JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di bawah bimbingan PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan transaksi lebih dari Rp1 miliar pada hari kedua pameran *International Handicraft Trade Fair* (Inacraft) yang berlangsung di Jakarta. Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, menyatakan bahwa Inacraft, yang dikenal sebagai salah satu pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, memberikan kesempatan berharga bagi para pelaku UMKM untuk memamerkan produk-produk unggulan mereka di pasar global. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat. Pihak Pertamina mencatat bahwa produk-produk inovatif yang ditawarkan oleh mitra binaan mereka berhasil menarik perhatian pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Fadjar menambahkan, "Dalam dua hari pertama pameran Inacraft, transaksi UMKM binaan Pertamina telah mencapai lebih dari Rp1 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa produk lokal kita memiliki kualitas yang sangat baik dan mampu bersaing di pasar internasional." Pertamina terus berkomitmen dalam menjalankan program tanggung jawab sosialnya dengan memberikan dukungan kepada UMKM di seluruh pelosok Indonesia. Keterlibatan dalam Inacraft pada tahun ini merupakan salah satu bentuk dukungan yang nyata agar UMKM dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Pada tahun ini, Pertamina membawa 20 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia dengan fokus pada produk yang menonjolkan keunikan serta kearifan lokal. Salah satu contoh, Sutedjo, pemilik usaha Sekar Mukti Craft dari Bantul, Yogyakarta, menyampaikan rasa syukur atas keterlibatannya dalam pameran tersebut. "Saya sangat bersyukur dapat berkembang di bawah binaan Pertamina," ungkapnya. Sutedjo sejak tahun 2009 menerima bimbingan dari Pertamina, yang telah membekalinya dengan pengetahuan dalam pengelolaan bisnis yang baik, pelatihan keuangan, serta akses untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar. "Saat ini, usaha kami dapat bersaing di tingkat nasional, bahkan kami sudah berhasil memasuki pasar internasional dengan mengikuti pameran di Dubai dan Afrika Selatan, dan semua biaya ditanggung oleh Pertamina," tambahnya. Melalui pameran ini, Sutedjo juga mengungkapkan bahwa ia dapat membantu biaya pengobatan anak keduanya yang memiliki kebutuhan khusus. Dalam proses produksinya, usaha tersebut turut memberdayakan masyarakat yang kurang mampu, termasuk mereka yang tuna wicara dan tuna rungu. Fadjar menambahkan bahwa Pertamina, melalui Program Kemitraan UMKM, menyediakan pendampingan dan pelatihan intensif kepada pelaku UMKM dari berbagai sektor. Hal ini mencakup dukungan permodalan serta peluang untuk mengikuti pameran di dalam dan luar negeri. Tujuan dari semua upaya ini adalah untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan UMKM agar mereka siap untuk bersaing di pasar global. "Dengan dukungan yang tepat, UMKM yang dibina oleh Pertamina dapat menjadi lebih berkualitas, tangguh, dan memiliki daya saing yang tinggi. Ini adalah kontribusi Pertamina untuk mendorong perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Fadjar. ANTARA