**Borneonews - Bandung**, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan pentingnya langkah cepat dan serius dalam mengatasi potensi krisis pengelolaan sampah di kawasan Cekungan Bandung. Menurutnya, situasi ini memerlukan perhatian mendesak, terutama mengingat ledakan volume sampah yang dapat terjadi dalam waktu enam bulan ke depan jika tidak ditangani dengan baik.
Herman mengungkapkan bahwa upaya penanganan isu sampah tidak bisa dilakukan dengan pendekatan konvensional. Jika tindakan yang efektif tidak segera diambil, dampak buruk dari permasalahan ini akan mengancam berbagai pihak, karena isu mengenai sampah semakin membesar di kawasan tersebut. Ia menekankan urgensi tindakan dengan menyampaikan bahwa tujuan dari peringatannya adalah untuk mendorong semua pihak agar bergerak dengan lebih progresif.
Lebih lanjut, Herman menginformasikan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan strategi yang menyeluruh dan serius untuk menghadapi masalah ini. Langkah-langkah tersebut disusun berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah daerah provinsi, sehingga dapat diterapkan secara efisien.
Pemerintah daerah provinsi, menurut Herman, sudah siap untuk bertindak. Ia menegaskan pentingnya bergerak dengan sangat serius dalam menyelesaikan isu ini, karena membiarkan masalah semakin membesar justru akan memperburuk situasi yang ada.
Herman juga mengajak pemerintah daerah kabupaten dan kota di kawasan Cekungan Bandung untuk merancang strategi yang sesuai dengan kewenangan masing-masing. Kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota sangat krusial agar permasalahan sampah di kawasan tersebut dapat diatasi secara efektif.
Dalam konteks ini, Herman menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antarwilayah, mengingat isu mengenai sampah bersifat lintas daerah. Pemerintah provinsi akan memfokuskan diri pada penanganan yang bersifat regional, sementara pemerintah kabupaten dan kota bertanggung jawab untuk menangani masalah di wilayah mereka masing-masing.
Herman mengingatkan agar tidak ada pihak yang menghindar dari tanggung jawab saat krisis terjadi. Setiap institusi harus mengambil peran sesuai dengan fungsi dan tugas yang diemban, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Sebelumnya, Herman Suryatman melakukan kunjungan ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti, yang saat ini hampir mencapai kapasitas maksimum. Ia mencatat bahwa volume sampah yang masuk dari wilayah Bandung Raya setiap harinya mencapai sekitar 3.000 meter kubik. Jika tren ini terus berlanjut, diperkirakan TPPAS Sarimukti akan penuh pada akhir tahun 2024, walaupun lahan yang tersedia tidak mencukupi untuk volume sampah yang masuk.
Herman mengingatkan bahwa jika situasi ini dibiarkan, TPPAS Sarimukti bisa mengalami *overload* pada tahun 2024. Dalam hal ini, pemerintah provinsi bersama dengan pemerintah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi telah menjalin komitmen bersama untuk melakukan tindakan nyata dalam pengurangan, pemilahan, dan pemanfaatan sampah yang lebih baik.
ANTARA
Langkah Cepat dan Serius Hadapi Krisis Sampah Cekungan Bandung
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
IPLM dan Perpustakaan Sekolah
Rumah Bruno Fernandes Dirampok saat MU Kalah 1-4 dari Como 1907
Kemenkes: Tujuh Kabupaten/Kota di Kalteng Masuk Kategori Udara Berbahaya
Truk Kontainer Tabrak Kios di Muara Selan Banjar, Dua Orang Luka
Pemerintah Salurkan Kredit Rp53 Triliun kepada 2,1 Juta Debitur
Realisasi KUR Tembus Rp260 Triliun hingga Oktober 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







