BANJARMASIN –
**Borneonews - Tabalong**, Petugas gabungan terdiri dari anggota Polres Tabalong serta relawan yang terlibat dalam penanggulangan bencana telah berhasil mengevakuasi jasad seorang pria lanjut usia berinisial WA (61) yang terjebak di antara batu-batu besar. Kejadian tersebut berlangsung di Gunung Naringgit, yang terletak di Desa Pangelak, RT03, Kecamatan Upau. Kapolres Tabalong, AKBP Anib Bastian, menjelaskan bahwa WA, yang merupakan warga setempat, diduga mengalami kecelakaan saat menjalankan aktivitas pekerjaannya. Akibat insiden tersebut, pria lanjut usia ini diperkirakan mengalami luka parah yang menyebabkan kematiannya. "Korban meninggal dunia akibat pendarahan dan patah tulang terbuka pada kedua tungkai bawahnya, serta diperkirakan telah meninggal lebih dari 12 jam sebelum ditemukan," ungkap Anib saat memberikan keterangan kepada media di Tabalong. Lebih lanjut, disampaikan bahwa korban juga mengalami luka robek di bagian kepala dan lengan dengan panjang sekitar empat sentimeter. Keadaan ini menunjukkan bahwa insiden yang dialami sangat serius. Tim yang terdiri dari Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tabalong, Iptu Danang Eko Prasetyo, bersama Kapolsek Upau, Ipda Mateus Torance, melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki lebih jauh tentang insiden tersebut. Dari informasi yang diperoleh, saksi mata menyatakan bahwa korban tidak terlihat di pondok yang biasa ditempatinya. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan terjepit di bawah batu, disinyalir akibat jatuh saat bekerja. Salah satu saksi kemudian turun dari bukit untuk mencari bantuan dan melaporkan kondisi korban kepada saksi lainnya. Setelah mengetahui situasi darurat ini, rekan korban segera menghubungi Polsek Upau serta tim penanggulangan bencana untuk melakukan proses evakuasi. Kapolres menambahkan bahwa keluarga korban menolak untuk melaksanakan otopsi terhadap jenazah. Mereka menyatakan menerima situasi tersebut sebagai musibah dan bersedia untuk menyusun pernyataan resmi terkait peristiwa ini. ANTARA