GORONTALO –
**Borneonews - Gorontalo**, Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang berbasis digital. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan kualitas produk, serta mempercepat proses produksi dan distribusi. Penjabat Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin, menekankan bahwa penerapan teknologi digital saat ini merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Hal tersebut diungkapkan dalam gelar wicara bertajuk "Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Berbasis Digital" yang diselenggarakan sebagai bagian dari Hulonthalo Art and Craft Festival di Kota Gorontalo. Dalam kesempatan tersebut, Rudy menjelaskan bahwa sektor ekonomi kreatif mengalami perkembangan yang pesat dan memiliki peran penting dalam perekonomian baik di tingkat nasional maupun daerah. Ia menambahkan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya berfungsi untuk memperkaya budaya dan warisan lokal, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing daerah, serta penguatan citra lokal di mata masyarakat internasional. Lebih lanjut, Rudy mengungkapkan bahwa ekonomi kreatif yang ada di Gorontalo telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Berbagai produk lokal, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, kuliner, hingga produk digital, telah mampu menarik perhatian baik di pasar nasional maupun internasional. Meskipun ada pencapaian yang membanggakan, Rudy menggarisbawahi pentingnya pengadaptasian terhadap perkembangan zaman, terutama di tengah perubahan yang pesat pada era digital. Ia berpendapat bahwa penerapan teknologi digital seharusnya mampu menjawab tantangan untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan kualitas produk, serta mempercepat proses produksi dan distribusi. "Proses digitalisasi dalam ekonomi kreatif lebih dari sekadar penggunaan perangkat teknologi canggih. Ini mencakup bagaimana kita membangun ekosistem yang inklusif, dan memberikan akses serta peluang bagi semua pelaku industri kreatif," ujar Rudy. Dalam konteks ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, juga turut serta dalam kegiatan Ramadan Fair 2023 yang dihelat di Kabupaten Limboto. Kegiatan tersebut melibatkan 200 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan ia menggarisbawahi bahwa UMKM berperan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peluang bisnis baru. Sandiaga menambahkan bahwa produk kuliner menjadi salah satu andalan dalam ekonomi kreatif di Gorontalo. Di tengah tren saat ini, kuliner memberikan kontribusi hingga 42 persen terhadap ekonomi kreatif. Selain itu, sektor fesyen yang mengangkat motif karawo juga berkontribusi sebesar 18 persen terhadap PDB dan 15 persen berasal dari sektor kriya. Gelar wicara ini turut menghadirkan beragam narasumber, termasuk Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Anggara Hayun Anujuprana, serta pengurus Dekranas Pusat, Yukako Akashi, yang memberikan wawasan lebih luas mengenai potensi ekonomi kreatif di daerah ini. ANTARA