SURABAYA –
**Borneonews - Kediri**, Anggota DPRD Kota Kediri, Choirudin Mustofa, menekankan pentingnya upaya pelestarian sejarah melalui pagelaran *wayang kulit* yang berlangsung di Lapangan Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur. Acara tersebut bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan kekayaan budaya yang dimiliki, khususnya yang terkait dengan seni pertunjukan tradisional. Choirudin Mustofa menegaskan, saat ini banyak aspek di media yang dapat melunturkan nilai-nilai budaya bangsa. Oleh karena itu, penting untuk menampilkan kembali *wayang kulit* kepada masyarakat agar tidak melupakan warisan budaya mereka. Ia menyampaikan hal tersebut saat acara yang digelar pada Sabtu malam. Lebih lanjut, Choirudin menyampaikan bahwa *wayang kulit* telah diakui oleh UNESCO sebagai *Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity* sejak 7 November 2003. Penetapan tersebut menegaskan pentingnya *wayang kulit* dalam konteks warisan budaya yang patut dilestarikan. Tidak hanya itu, pada 4 November 2008, *wayang* kembali dimasukkan ke dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO di Istanbul, Turki. Menurutnya, *wayang kulit* tidak hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga sarat dengan filosofi yang bisa dipelajari oleh semua kalangan. Ia menggugah generasi muda, terutama Gen Z, untuk lebih mengenal dan melestarikan *wayang* sebagai bagian dari identitas dan sejarah bangsa. "Wayang itu bukan hanya untuk generasi yang lebih tua, tetapi juga perlu dipahami oleh kaum muda. Penting agar mereka mengerti dan menghargai warisan budaya ini, agar tidak kehilangan jejak sejarah," ujarnya. Antusiasme masyarakat terhadap pagelaran *wayang* di Kediri terlihat jelas, dengan banyak warga yang datang untuk menikmati pertunjukan tersebut. Choirudin juga mengungkapkan bahwa kegiatan semacam ini dapat membantu memacu perekonomian lokal. "Acara ini juga tentunya meningkatkan ekonomi masyarakat, terlihat dari banyaknya pedagang yang berjualan di sekitar acara," tambahnya. Dalam rangkaian pertunjukan, dalang Ki Minto Darsono dari Tulungagung membawakan lakon *Wahyu Pamomong*, dan turut serta beberapa artis lokal untuk menghibur pengunjung. Acara tersebut berlangsung sepanjang malam, menghadirkan pengalaman yang tidak terlupakan bagi para penonton. Salah satu pengunjung, Oby, menyatakan rasa senangnya bisa menghabiskan akhir pekan dengan menyaksikan *wayang*. Ia datang bersama teman-temannya dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati berbagai camilan yang dijual di lokasi. "Rasanya senang sekali bisa menonton *wayang* ini. Selain menikmati pertunjukan, kami juga bisa menyantap berbagai camilan," tuturnya. ANTARA