JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Utara**, Kepolisian Sektor Kelapa Gading di Jakarta Utara sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tragis yang melibatkan seorang pria berinisial EF, yang berusia 35 tahun. Pria tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 15 sebuah gedung apartemen yang dikenal sebagai TC Tower Emerald, yang terletak di Jalan Gading Nias, pada sore hari yang bertepatan dengan hari Sabtu. Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Maulana Mukarom, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah kematian korban disebabkan oleh tindakan bunuh diri atau faktor lain. Hal ini disebabkan karena proses penyelidikan masih berlangsung. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh, korban memang jatuh dari lantai apartemen dan petugas saat ini tengah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. Dalam upaya mengumpulkan informasi dalam penyelidikan ini, petugas juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi. Hingga saat ini, lima orang saksi telah diperiksa, termasuk anggota keluarga korban serta sejumlah individu yang merupakan saksi mata saat kejadian berlangsung. Informasi dari saksi diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai penyebab jatuhnya korban dari apartemen tersebut. Jasad EF kini telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan visum. Ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih rinci mengenai penyebab kematian korban. Kapolsek pun mengonfirmasi bahwa pada saat ini, proses visum luar terhadap jasad tersebut sedang berlangsung. Sebelumnya, insiden jatuhnya korban dari lantai 15 unit apartemen tersebut menarik perhatian penghuni gedung lainnya, yang berhamburan keluar untuk menyaksikan lokasi kejadian. Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, pihak kepolisian segera bergerak untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memberikan garis polisi di area yang dianggap sebagai lokasi kejadian. Keberadaan garis polisi ini diharapkan dapat mencegah munculnya gangguan selama proses penyelidikan berlangsung. ANTARA