JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Petenis peringkat enam dunia, Coco Gauff, menunjukkan kemampuan luar biasanya dengan berhasil bangkit dari ketertinggalan satu set dan satu *break* dalam semifinal China Open. Pertandingan tersebut berlangsung pada hari Sabtu di mana Gauff, yang berusia 20 tahun, menghadapi petenis peringkat 19, Paula Badosa. Gauff sempat tertinggal 6-4 di set pertama dan 4-2 di set kedua. Namun, ia berhasil membalikkan keadaan dengan memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 4-6, 6-4, 6-2, sehingga memastikan tempatnya di final yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu. Dalam usaha meraih gelar WTA 1000 kedua dalam kariernya sekaligus gelar kedelapan secara keseluruhan, Gauff akan menghadapi Karolina Muchova, semifinalis US Open. Gauff memiliki catatan impresif dengan tujuh kemenangan dan satu kekalahan di final WTA Tour. Kemenangan Gauff atas Badosa merupakan kemenangan WTA 1000 ke-20-nya dalam tahun ini, yang menjadikannya sebagai petenis terbanyak meraih kemenangan dalam satu musim di kategori tersebut. Ia menjadi petenis kelima yang mencatatkan lebih dari 20 kemenangan pada WTA 1000 sebelum berusia 21 tahun, setelah Victoria Azarenka, Agnieszka Radwanska, Caroline Wozniacki, dan Iga Swiatek. Saat ini, Gauff berada di posisi keenam dalam *Race to WTA Finals*, berada di belakang Jessica Pegula dan di depan Emma Navarro. Melaju ke final WTA Tour keduanya musim ini semakin memperkuat peluangnya untuk tampil di WTA Finals yang akan diselenggarakan di Riyadh untuk ketiga tahun berturut-turut. Gauff menyatakan, "Saya merasa bermain dengan cara yang benar sepanjang waktu, meskipun banyak melakukan kesalahan ganda." Ia mengungkapkan upayanya untuk terus mencetak poin selama pertandingan. "Itu berubah menjadi permainan, dan saya berusaha untuk tetap fokus pada momen tersebut," tambahnya. Sementara itu, Karolina Muchova juga menunjukkan performa yang impresif dengan kembali melaju ke final WTA 1000 China Open setelah pulih dari cedera. Dalam semifinal, petenis Ceko berperingkat 49 dunia itu berhasil mengalahkan unggulan kelima, Zheng Qinwen, dengan skor 6-3, 6-4. Muchova berhasil menyelesaikan pertandingan dalam waktu satu jam 47 menit melawan petenis asal China yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris. Kemenangan ini merupakan yang kedua berturut-turut bagi Muchova atas petenis top 10, setelah mengalahkan Aryna Sabalenka di perempat final. "Senang sekali saya bisa tampil bagus melawan pemain-pemain besar ini," ujar mantan petenis nomor 8 dunia tersebut. Ini adalah final WTA 1000 kedua bagi Muchova dalam kariernya, setelah sebelumnya menjadi *runner-up* di Cincinnati tahun lalu. Pertandingan final China Open akan menjadi ulangan final Cincinnati 2023 antara Muchova dan Gauff, di mana Gauff mengalahkan Muchova dengan skor 6-3, 6-4 untuk meraih gelar juara. Dalam semifinal US Open 2023, Gauff juga berhasil mengalahkan Muchova dengan skor 2-0 dalam perjalanan meraih gelar Grand Slam pertamanya. Muchova mengomentari, "Kami bermain setahun yang lalu, jadi kami adalah pemain yang berbeda hari ini dan besok." Ia berharap dapat memberikan penampilan terbaik dalam laga final mendatang. ANTARA