BORNEONEWS, Kasongan - Pelaksanaan Expedisi Bukit Bulan, Desa Tumbang Bulan, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, yang semula dijadwalkan Agustus 2016 dimundurkan pada November 2016. Pelaksanaan expedisi ini sejak tiga tahun terakhir menjadi agenda rutin Pemda Katingan. 

"Sebelumnya, 2014 dan 2015, expedisi digelar di Bukit Baka Bukit Raya. Nah untuk 2016 ini sesuai petunjuk Pa Bupati Ahmad Yantenglie, dilaksanakan di Bukit Bulan yang sebagian wilayahnya masuk Taman Nasional Sebangau," tutur Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Katingan, Mido S Mahar, akhir pekan lalu.

Menurutnya dimundurkannya jadwal expedisi Bukit Bulan, itu karena bulan Agustus dan Oktober dinilai cukup padat kegiatan. Misalnya akan ada kegiatan IBAB tingkat Kabupaten Katingan, Pesparawi Korpri tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kasongan dan beberapa kegiatan lainnya.

Meski tertunda hingga November 2016, namun kegiatan expedisi yang sangat erat hubungannya dengan Konservasi Katingan untuk Borneo (KKB) tersebut, katanya tidak menghilangkan beberapa momen di dalam kegiatan itu sendiri. Mido memastikan jika rencana kegiatan itu akan sukses.

Menurutnya, expedisi kali ini bakal diikuti sedikitnya 300 orang peserta. Selain Bupati Ahmad Yantenglie beserta isteri Endang Susilawatie, expedisi juga bakal diikuti sejumlah pejabat di daerahnya. Kemudian pencinta alam, maupun pegiat lingkungan yang ada di Kalteng. Tak ketinggalan pula anggota PWI setempat juga diminta turut mengikuti efen tahunan ini.

Para peserta, imbuh Mido nantinya akan menginap selama satu malam di Tumbang Bulan. Kemudian keesokan harinya baru dilanjutkan perjalanan menuju Sungai Bulan dengan menggunakan kelotok untuk kemudian menyusuri Sungai Bandat dan Sungai Alkah dengan waktu perjalanan sekitar 3 jam. 

"Pada hari itu juga peserta langsung melakukan pendakian ke Bukit Bulan,” jelasnya.

Mido menuturkan tujuani expedisi ini sebagaimana yang sering dikatakan Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie adalah dalam rangka mempromosikan beberapa wilayah Katingan, yang saat ini memiliki beberapa bukit dan hutan yang sudah sewajarnya harus tetap dijaga dan dipelihara serta dilestarikan keberadaannya. 

“Ini sesuai dengan visi lingkungan hidup Kabupaten Katingan, yaitu Konservasi Katingan untuk Borneo dan Kasongan Kota Hijau,” imbuh Mido S Mahar. (ABDUL GOFUR/N).