PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya atau PBSI FKIP UPR melanjutkan kerjasama dengan Program Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Lambung Mangkurat atau ULM melalui program "Visiting Scientist".

Program ini menghadirkan Dr M Rafiek seorang ahli dalam bidang ekolinguistik dan etnolinguistik dari ULM, sebagai narasumber utama.

Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPR, Alifiah Nurachmana, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat hubungan akademik antara kedua institusi dan meningkatkan kualitas penelitian di bidang bahasa dan sastra.

"Kami berharap melalui program ini, mahasiswa dan dosen dapat memperoleh wawasan baru dan memperluas jaringan penelitian mereka," ujar Alifiah pada Minggu, 6 Oktober 2024.

Dalam sesi yang berlangsung pada Sabtu, 5 Oktober 2024, Dr Rafiek memaparkan berbagai riset terbaru di bidang ekolinguistik dan etnolinguistik. Beliau menjelaskan bagaimana penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman bahasa dalam konteks ekologi dan budaya.

"Ekolinguistik dan etnolinguistik adalah bidang yang sangat relevan dalam memahami dinamika bahasa di tengah perubahan lingkungan dan sosial," kata Dr Rafiek.

Program "Visiting Scientist" ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan Dr Rafiek. Mereka dapat mengajukan pertanyaan dan mendapatkan masukan langsung terkait penelitian mereka.

"Interaksi langsung dengan pakar seperti Dr Rafiek sangat berharga bagi kami. Ini memberikan perspektif baru dan inspirasi untuk penelitian kami," ungkap salah satu mahasiswa peserta.

Alifiah Nurachmana menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di UPR.

"Kami berkomitmen untuk terus menjalin kerjasama dengan berbagai institusi dan menghadirkan pakar-pakar terbaik untuk memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa dan dosen kami," jelasnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih kuat antara UPR dan ULM, serta mendorong perkembangan penelitian di bidang bahasa dan sastra Indonesia.

"Kami optimis bahwa kerjasama ini akan membawa dampak positif bagi kedua institusi dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan," tutup Alifiah. (TESTI PRISCILLA/H)