BORNEONEWS, Nanga Bulik - Tiga biduan berpenampilan sexy dari Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, menggebrak malam terakhir pameran pembangunan dan pasar rakyat Pemkab Lamandau 2016, Sabtu (20/8/2016) malam, yang telah berlangsung selama sepekan terakhir. Malam itu hiburan musik dangdut electone berhasil menghibur warga Lamandau.

Tak ayal, pelataran kantor Camat Bulik, Nanga Bulik, yang menjadi arena hiburan, tampak sesak dipadati ribuan pasang mata yang berbondong-bondong datang dari berbagai daerah di Lamandau. Para penonton ikut larut bergoyang mengikuti hentakkan musik rakyat ini.

Di beberapa kesempatan, keributan antarpenonton dangdut yang berjoget terlihat tak bisa dihindarkan. Meskipun, keberlanjutan acara hiburan dangdut yang berlangsung sejak pukul 19.00 hingga pukul 23.00 WIB, bisa dikendalikan aparat keamanan dari Polres Lamandau.

Diketahui, pada malam terakhir ini, masyarakat yang datang dan memadati berbagai titik acara tak hanya dari Nanga Bulik dan sekitarnya saja, karena tak sedikitnya justru rela datang jauh-jauh seperti halnya dari perusahaan-perusahaan perkebunaan kelapa sawit di berbagai kecamatan, walaupun mereka harus rela datang dengan diangku mobil bak terbuka ataupun dump truk.

"Saya dari Menthobi Raya mas, tadi berangkat rame-rame sama keluarga, teman-teman karyawan perusahaan, pengen nyari hiburan saja, kebetulan kan besok (Minggu) libur," sebut Tono, saat dibincangi di Arena hiburan dangdut.

Padatnya berbagai titik acara Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat yang berpusat di Jalan Batu Batanggui dan Jalan Jagau Mamud, Nanga Bulik, memang diakui sejumlah pihak, termasuk salahsatu panitia Hiburan Rakyat, Tarmiji. Menurtnya, suasana malam terakhir memang sangat dipadati pengunjung, sehingga halaman kantor kecamatan Bulik yang cukup luaspun terlihat dipadati lautan manusia.

Tak hanya itu, Ketua DPRD Lamandau, H. Tommy Hermal Ibrahim, yang juga terlihat hadir di lokasi acara juga mengaku cukup kaget dengan antusiasme masyarakat. Dengan sedikit bergurgurau, pak Haji, begitu dia hangat disapa, kala itu bahkan menilai bahwa padatnya lokasi acara pameran pembangunan dan pasar rakyat di malam terakhir kegiatan bak jemaah haji yang sedang tawaf di arafah.

"Saya saja kaget, ramainya seperti suasana tawaf," cetusnya dengan nada bercanda.

Lebih dari itu, dirinya juga mengaku cukup bangga jika semua elemen masyarakat turut menikmati semua acara yang diadakan pemerintah daerah. Terlebih, hingga kini Lamandau memang masih minim fasilitas hiburan, tukasnya. (HN/N).