YOGYAKARTA –
**Borneonews - Sleman**, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sleman, Kuso Wibowo, baru saja mengukuhkan pengurus Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Sleman. Acara pelantikan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada hari Minggu. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Juleha Sleman, Tri Hartanto Saputro, menyerahkan Kartu Tanda Anggota Kehormatan kepada Kuso Wibowo. Penyerahan ini menandai kolaborasi dan dukungan dalam upaya meningkatkan pemahaman terkait kehalalan daging. Kusno mengharapkan, dengan adanya pengukuhan ini, pengurus Juleha Sleman dapat lebih bersemangat dalam melaksanakan tugasnya. Ia mengingatkan pentingnya komitmen dalam menjamin kehalalan produk daging yang disajikan kepada masyarakat. "Pengukuhan tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, namun juga sebagai platform bagi pegiat Juru Sembelih Halal di Sleman untuk mendidik masyarakat mengenai teknik penyembelihan yang sesuai dengan syariat," ucap Kusno. Lebih lanjut, dia menyampaikan rasa terima kasihnya atas penerimaan kartu tanda anggota kehormatan tersebut dan berharap kemampuan serta pengetahuan para anggota Juleha di Sleman akan terus ditingkatkan. Tri Hartanto Saputro, selaku Ketua Juleha Sleman, mengungkapkan bahwa pada hari ini terdapat 22 pengurus yang resmi dilantik. "Sebagai pengurus dan anggota Juleha, kami memiliki tanggung jawab besar untuk menjamin kehalalan daging," katanya. Dia berharap agar pengurus yang baru dikukuhkan dapat melaksanakan tugas dengan profesionalisme dan tanggung jawab tinggi. "Pelantikan dan penyerahan kartu tanda anggota simbolis ini bukan hanya sekedar formalitas, tetapi juga sebuah pengakuan terhadap kompetensi dan tanggung jawab yang harus dijalankan oleh setiap juru sembelih. Kami berharap agar semua rekan semakin termotivasi untuk menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas," lanjutnya. Dalam upaya meningkatkan kemampuan pengurus dan masyarakat, Juleha Sleman telah melaksanakan pelatihan penyembelihan di berbagai masjid dan instansi pemerintahan yang ada di wilayah Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi standar kehalalan yang tinggi serta memperluas pengetahuan masyarakat tentang teknik penyembelihan yang benar. "Kami berharap pelatihan-pelatihan tersebut dapat menjangkau lebih banyak peserta dan dilaksanakan secara berkelanjutan," tutup Tri Hartanto. ANTARA