PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa Nilai Tukar Petani atau NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat di Kalimantan Tengah mengalami kenaikan sebesar 0,55 persen pada bulan September 2024.

NTP subsektor ini meningkat dari 146,53 pada Agustus 2024 menjadi 147,34 pada September 2024.

Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan indeks yang diterima atau It sebesar 0,56 persen, sementara indeks yang dibayar atau Ib hanya mengalami kenaikan sangat kecil.

Agnes menjelaskan bahwa kenaikan It pada bulan September 2024 disebabkan oleh peningkatan harga hasil produksi pada kelompok tanaman perkebunan rakyat, khususnya karet dan kelapa sawit.

Harga karet dan Tandan Buah Segar atau TBS kelapa sawit mengalami kenaikan signifikan akibat penurunan produksi yang disebabkan oleh kekurangan air.

Kekurangan air yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Tengah disebabkan oleh hujan yang belum turun secara merata. Hal ini menyebabkan produksi getah karet dan pertumbuhan buah kelapa sawit tidak sebaik ketika kebutuhan airnya tercukupi.

"Kondisi ini mempengaruhi harga komoditas perkebunan rakyat, sehingga mendorong kenaikan It," kata Agnes pada Minggu, 6 Oktober 2024.

Sementara itu indeks yang dibayar atau Ib subsektor tanaman perkebunan rakyat hanya mengalami kenaikan sangat kecil sebesar 0,0046 persen, dari 125,497 pada Agustus 2024 menjadi 125,503 pada September 2024.

Kenaikan ini didominasi oleh peningkatan indeks kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM sebesar 0,02 persen.

Agnes menambahkan meskipun kenaikan Ib sangat kecil, hal ini tetap memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah.

"Kenaikan NTP ini menunjukkan bahwa pendapatan petani dari subsektor tanaman perkebunan rakyat meningkat lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan biaya produksi," jelas Agnes.

Dengan adanya kenaikan NTP ini, lanjutnya, diharapkan kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah dapat terus meningkat.

"BPS Kalteng akan terus memantau perkembangan NTP dan faktor-faktor yang mempengaruhinya untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat," bebernya.(TESTI PRISCILLA/R)