BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah atau OJK Kalteng mengumumkan bahwa kondisi sektor jasa keuangan di provinsi ini hingga Juli 2024 berada dalam kondisi stabil.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz menyatakan bahwa kinerja sektor ini terus bertumbuh dengan likuiditas yang memadai dan tingkat risiko yang terjaga. Hal ini menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan di Kalimantan Tengah mampu menghadapi tantangan ekonomi dengan baik.
Primandanu menjelaskan pertumbuhan positif ini didukung oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan aset, dana pihak ketiga, dan kredit perbankan. Selain itu, sektor industri keuangan non-bank dan pasar modal juga menunjukkan kinerja yang kuat.
"Kami melihat adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah investor dan nilai transaksi di pasar modal, serta pertumbuhan piutang dan jumlah rekening penerima pembiayaan di sektor industri keuangan non-bank," kata Danu pada Minggu, 6 Oktober 2024.
Seiring dengan pertumbuhan yang positif, lanjutnya, OJK Kalteng terus melaksanakan edukasi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat. Edukasi ini bertujuan untuk mencegah masyarakat terjerumus dalam aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal, penipuan berkedok investasi, serta judi online.
"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang risiko dan manfaat dari berbagai produk keuangan," tambah Danu.
OJK Kalteng juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat. Program-program edukasi ini mencakup seminar, workshop, dan kampanye melalui media sosial.
"Kami berharap dengan edukasi yang terus-menerus, masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka dan terhindar dari praktik-praktik keuangan ilegal," jelasnya.
OJK Kalteng juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
"Jika ada tawaran investasi yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah penipuan. Kami mengajak masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan dan konsultasi sebelum berinvestasi," tegas Kepala OJK Kalteng ini.
Dengan kondisi sektor jasa keuangan yang stabil dan berbagai upaya edukasi yang dilakukan, OJK Kalteng optimis bahwa masyarakat Kalimantan Tengah akan semakin cerdas dalam mengelola keuangan mereka.
"Kami akan terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan melindungi masyarakat dari risiko keuangan ilegal," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/R)









