BORNEONEWS, Sanpit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak henti-hentinya melakukan sejumlah terobosan untuk melakukan pengembangan pariwisata di daerah ini. Bupati Kotim Supian Hadi mengatakan, saat ini pihaknya mempersiapkan dana Rp100 miliar untuk pengembangan pariwisata. Ini. Hal itu agar minat wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara lebih tinggi lagi dibanding saat ini.


“Dana itu tentu kami gunakan untuk mempercantik lagi tempat wisata, baik itu yang buatan maupun alam,” ujar Supian Hadi, Sabtu (21/8/2016).


Salah satu pemanfaatan dana sebesar itu adalah untuk mempercantik Ikon Kota Sampit Ikan Jelawat. Di sekitar daerah itu nantinya akan dibangun aquarium dan juga menara pantau. Tidak hanya itu, air mancur menari sesuai dengan iringan musik serta lampu laser dari dalam air juga tersedia di tempat tersebut. Bahkan fasilitas pendukung lainnya seperti lahan parkir juga akan di buat tersendiri.


“Tujuannya satu, untuk mempercantik ikon kota yang kita cintai ini, dan juga menarik minat wisatwan untuk datang ke Kota Mentaya ini,” ungkap Supian.


Tidak hanya ikon kota yang menjadi prioritas pembangunan, namun juga tempat-tempat lain. Seperti area olahraga di Stadion 29 November, yang juga dibangun air mancur. Mempercantik sejumlah bundaran, mulai dari Bundaran Pemda, Adipura, Balanga, dan juga Tijilik Riwut.


“Dengan adnaya hal itu, maka warga luar daerah yang datang ke Kota Smapit akan dimanjakan matanya,” kata Supian.


Sementara ini, Ikon Kota Patung Jelawat memang menjadi salah satu tempat tujuan utama bagi warga Kotim untuk bersantai dalam waktu luangnya. Terutama pada sore hingga malam hari. Bahkan tidak hanya warga lokal saja, namun warga luar daerah yang datang ke Kota Mentaya ini juga banyak yang menuju tempat tersebut, baik hanya untuk sekedar berfoto, maupun duduk nongkrong.


Hal itupun dikatakan Supian, dimana banyak teman-temannya yang berada di luar daerah seperti di Kalimantan Barat (Kalbar) mengatakan bahwa Patung Jelawat tersbeut sudah banyak dibicarakan di daerah itu.


“Saya yakin ikon kota kita ini akan menjadi tempat yang tepat untuk mempromosikan daerah ini. Dan akan semakin mempertegas bahwa jelawat itu milik Kotim,” ucap Supian. (M HAMIM/m)