JAKARTA –
**Borneonews - Pennsylvania**, Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melanjutkan kampanye politiknya di lokasi yang menjadi tempat percobaan pembunuhan terhadap dirinya pada bulan Juli lalu. Insiden tersebut terjadi ketika dia sedang berkampanye, di mana telinga kanannya terluka akibat tembakan. Dalam sambutannya, Trump menyampaikan, "Malam ini, saya kembali ke Butler di tengah tragedi dan kepedihan untuk menyampaikan pesan sederhana kepada rakyat Pennsylvania dan rakyat Amerika.” Dia menekankan pentingnya gerakan *Make America Great Again* (MAGA), yang menurutnya kini lebih kuat, lebih bangga, lebih bersatu, lebih bertekad, dan semakin dekat menuju kemenangan dibandingkan sebelumnya. Trump kemudian mengungkapkan tekad untuk memenangkan pemilihan mendatang. "Kita akan membuat Amerika hebat kembali, kita akan memenangkan pemilu, dan kita akan memenangkannya," ungkapnya dengan semangat di hadapan ribuan pendukung yang hadir di Butler County. Lebih dari 21.000 orang dikabarkan berkumpul untuk menyaksikan acara tersebut menurut perkiraan Kepolisian Negara Bagian Pennsylvania, sebelum kedatangan Trump. Dalam kesempatan ini, Trump menyebut pelaku penembakan, yang berhasil dihentikan oleh pasukan pengamanan *Secret Service*, sebagai "monster keji" yang ingin membungkam suaranya. "Momen mencekam selama 16 detik di tengah baku tembak seolah memperlambat waktu ketika monster keji ini melancarkan aksinya dari tempat persembunyiannya," ujarnya menggambarkan peristiwa dramatis tersebut. Pelaku yang bernama Thomas Matthew Crooks, seorang pria berusia 20 tahun, telah melepaskan tembakan ke arah Trump, yang mengakibatkan luka pada telinga kanannya. Crooks juga diduga menewaskan seorang pria bernama Corey Comperatore dan melukai dua orang lainnya. Trump mengingatkan tentang keberanian Comperatore, yang ia sebut sebagai "pria pemberani," dan memuji keteguhan yang ditunjukkannya. Dia mengajak hadirin untuk memberikan penghormatan dengan melakukan hening cipta selama satu menit. Dalam pidatonya, Trump juga menyampaikan belasungkawa kepada istri Comperatore dan keluarganya, "Kepada Helen (istri Comperatore) dan seluruh keluarga, saya hanya bisa mulai membayangkan kedalaman kesedihan kalian, tapi saya ingin kalian tahu bahwa kami akan membawa kenangannya dalam hati kami selama hidup kami." Acara tersebut juga dihadiri oleh kandidat wakil presiden Trump, JD Vance, serta miliarder teknologi Elon Musk, yang secara terbuka mendukungnya setelah percobaan pembunuhan. Musk kemudian naik ke panggung untuk menggalang dukungan bagi Trump menjelang pemilu November mendatang. Dia menyatakan keprihatinan bahwa Partai Demokrat ingin mencabut kebebasan berbicara, hak kepemilikan senjata, serta hak memilih dari rakyat Amerika. Musk menekankan perlunya Trump memenangkan pemilu agar demokrasi di Negeri Paman Sam tetap terjaga. "Sangat penting – daftarkan (diri Anda) untuk memilih," katanya. Dia juga menyerukan kepada semua hadirin untuk memastikan orang-orang di sekitar mereka, baik yang dikenal maupun tidak, untuk pergi dan memilih. "Jika tidak, ini akan menjadi pemilu terakhir. Itu prediksi saya. Tidak ada yang lebih penting," tutup Musk. ANTARA