BORNEONEWS, Nanga Bulik - Warga yang biasa melewati jalan baik dari atau menuju jalan WR Supratman-Bukit Baka, Nanga Bulik kesal dengan adanya pengerjaan proyek drainase (selokan) di kanan kiri jalan tersebut.

Betapa tidak, alih-alih-alih sedang melakukan pengerjaan selokan, kontraktor yang sedang mengerjakan proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lamandau ini dinilai tidak mengindahkan keselamatan para pengguna jalan, karena telah menyimpan berbagai jenis material proyek hingga menutupi setengah badan jalan dan tanpa adanya plang pembatas ataupun rambu-rambu.

"Kalau kondisi ini terus dibiarkan tentu akan sangat berbahaya, masa menyimpan material seperti halnya batu dan pasir hingga menutupi badan jalan, tanpa memasang rambu-rambu pula. Ini kan jalan yang banyak dilewati orang, sangat bahaya," sebut Bunyamin, 36, seorang warga yang biasa melewati ruas jalan tersebut, Minggu (21/8/2016).

Ia juga berharap agar pihak terkait segera mengatasi persoalan tersebut. Karena, sambungnya, jalanan di daerah tersebut kondisinya sudah sempit, sehingga jika material proyek dibiarkan berserakan begitu saja tentu akan kian menambah jalanan semakin sempit. Pengguna jalan dari arah jalan Melati terpaksa harus mengambil lajur sebelah kanan.

Hal senada juga dikeluhkan Yornis, 21. Warga Jalan Bukit Hibul Utara, Nanga Bulik, tersebut juga mengaku heran melihat kondisi material proyek yang seolah dibiarkan berantakan hingga menutupi beberapa badan jalan.

Padahal, katanya, jika di malam hari ruas jalan tersebut sangat gelap karena tidak ada lampu penerang jalan, sama sekali. Jika terus dibiarkan, tentu tinggal menunggu adanya korban. Karena batu-batu yang ada dijalan berserakan dan sukar dilihat dengan jelas. Apalagi jika lampu kendaraannya tidak terlalu terang.

"Saya sering lewat jalan itu, karena ada banyak material, kalau ada mobil untuk papasan saja sulit. Harusnya ini segera diperhatikan, tidak ada rambu-rambu pula," sebutnya.

Selain itu, ia juga menilai bahwa jika keberadaan material di badan jalan itu terus dibiarkan, tak menutup kemungkinan jika jalanan di wilayah tersebut yang baru di aspal pada 2015 itu akan cepat rusak.

Terpantau, beberapa tumpukan material proyek seperti halnya pasir dan batu belah memang terlihat disimpan di bahu jalan. Namun tak sedikit diantara material proyek justru disimpan dengan memakan bahu dan bahkan badan jalan.

Diketahui pula, material proyek tersebut sudah cukup lama tersimpan di daerah tersebut, bahkan diperkirakan telah lebih dari sepekan terakhir. (HENDI NURFALAH/m)