JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Pemerintah Amerika Serikat dengan tegas membantah tuduhan bahwa mereka tidak mampu menangani dampak yang ditimbulkan oleh Badai Helene, yang baru-baru ini melanda sejumlah negara bagian di negeri tersebut. Berdasarkan laporan media, badai ini telah mengakibatkan kerugian yang signifikan dan merenggut lebih dari 200 nyawa. Dalam sebuah memo yang dikeluarkan pada hari Sabtu, Gedung Putih menyatakan bahwa di tengah upaya pemulihan yang terus berlangsung, terdapat peningkatan dalam penyebaran informasi yang tidak benar mengenai respons pemerintah federal terhadap bencana tersebut. Pernyataan ini menekankan bahwa terdapat pihak-pihak tertentu yang berusaha memanfaatkan situasi untuk kepentingan politik, dengan menyebarkan disinformasi mengenai upaya pemulihan bencana. Pemerintah AS menganggap informasi yang beredar tersebut sebagai salah dan berbahaya, dan menyerukan agar hal ini segera dihentikan. Kritik yang muncul juga mencakup pernyataan dari miliarder Elon Musk, yang dalam beberapa waktu terakhir menyatakan bahwa pemerintah federal menghalangi upaya perusahaannya untuk mengirimkan perangkat komunikasi satelit *Starlink* ke daerah yang paling parah terdampak, khususnya di North Carolina. Namun, Musk juga memberi apresiasi kepada Menteri Transportasi AS, Pete Buttigieg, atas tanggapannya yang cepat terkait masalah tersebut. Dalam memo tersebut, pemerintah menegaskan bahwa dana bantuan yang dialokasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Federal (FEMA) tidak digunakan untuk menangani masalah imigrasi gelap. Selain itu, Gedung Putih dengan tegas membantah tuduhan bahwa FEMA berwenang untuk menyita aset pribadi dari korban bencana yang dianggap tidak layak ditempati. Pernyataan resmi tersebut juga menjelaskan bahwa individu yang terkena dampak dari Badai Helene memiliki hak untuk mendapatkan bantuan langsung sebesar lebih dari 750 dolar AS (sekitar Rp11,7 juta). Selain itu, terdapat juga kemungkinan untuk menerima bantuan tambahan bila memenuhi syarat tertentu. Bantuan Kebutuhan Mendesak (*Serious Needs Assistance*) dapat diberikan lebih awal, sambil menunggu evaluasi kelayakan dari FEMA untuk bantuan tambahan. Seperti diungkapkan dalam memorandum tersebut, dana sebesar 750 dolar merupakan bantuan awal yang bisa diterima oleh para korban yang memenuhi kriteria. Para penyintas yang terdampak badai juga memiliki akses terhadap bantuan lain yang disediakan oleh FEMA, termasuk untuk perbaikan rumah, penyediaan tempat tinggal sementara, serta kompensasi untuk tanaman dan ternak yang rusak. Lebih lanjut, Gedung Putih menekankan tidak adanya pembatasan dari FEMA dan Badan Penerbangan Federal (FAA) terhadap wilayah udara North Carolina atau penghalangan terhadap pengiriman bantuan dari masyarakat. Namun, pilot yang ingin membawa pesawat mendarat di lokasi tertentu, seperti Asheville atau Rutherford, perlu mendapatkan izin dari bandara setempat. Pada hari Jumat, Presiden Joe Biden juga mengingatkan Kongres bahwa FEMA hanya memiliki cadangan dana terbatas untuk bantuan langsung bagi korban Badai Helene. Ia mengindikasikan bahwa dana tersebut akan habis pada akhir tahun, dan cadangan untuk pinjaman usaha kecil yang terdampak bencana juga diperkirakan akan habis dalam beberapa pekan. Oleh karena itu, Biden berencana untuk mengajukan anggaran bantuan bencana tambahan kepada Kongres sebelum masa jabatannya berakhir pada bulan Januari. ANTARA