BORNEONEWS, Nanga Bulik - Stelah musim hujan berlalu maka akan tiba musim kemarau. Namun demikian, untuk tahun 2016 ini Indonesia diprediksi masuk pada negara yang terkena dampak dari El Nino yang biasanya diikuti dengan fenomena La Nina, atau kini sering disebut dengan fenomena kemarau basah. Ini adalah musim kemarau yang sesekali diikuti turunnya hujan.
Meskipun fenomena La Nina ini biasanya memiliki dampak signifikan pada kondisi pertanian, tetapi tidak dipungkiri pula jika fenomena La Nina juga diprediksi akan berdampak pada kesehatan. Seperti halnya timbulnya penyakit yang umumnya marak terjadi saat pancaroba, misalnya saja timbulnya penakit diare hingga batuk dan pilek.
Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamandau mengimbau kepada seluruh warga agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Kita tidak bisa memprediksi La Nina ini akan sampai kapan terjadi. Biasanya bisa sampai berbulan-bulan. Oleh sebab itu, agar terhindar dari penyakit diare ataupun flu, maka sangat penting agar masyarakat tetap menerapkan PHBS," ungkap Kasi Pelayanan Medik dan Promosi Kesehatan (Yandik dan Promkes), Purwanto, saat dikonfirmasi Borneonews, Mnggu (21/8/2016).
Ia menyebutkan, adapun beberapa hal yang dimaksud dengan PHBS, antara lain adalah menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat dan memberantas jentik nyamuk di rumah.
"Selain itu, disarankan juga agar masyarakat mengonsumsi vitamin serta harus memperbanyak makan buah dan sayur, sehingga kondisi badan tetap vit dan kekebalan tubuh terus terjaga," pungkasnya. (HENDI NURFALAH/m)








