PEKANBARU –
**Borneonews - Rokan Hulu**, Kepolisian Resor Rokan Hulu, yang terletak di Provinsi Riau, telah berhasil mengamankan seorang tahanan kasus narkotika berinisial AS yang sebelumnya melarikan diri dengan cara melompat ke sungai. Tindakan tersebut terjadi pada hari Sabtu, tanggal 5 Oktober. Kepala Polres Rokan Hulu, AKBP Budi Setyono, menyampaikan kepada media bahwa orangtua dari AS memberikan informasi mengenai keberadaan anak mereka setelah melarikan diri. Dengan demikian, mereka bersedia untuk menyerahkan AS kepada pihak kepolisian. Dalam proses ini, Kepala Kepolisian Sektor Rambah Hilir melakukan pendekatan yang bersifat persuasif dan melakukan negosiasi dengan orang tua AS untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. "Kapolsek Rambah Hilir, Ipda Jonnes, berhasil melakukan pendekatan dan akhirnya diketahui bahwa AS berada di perkebunan masyarakat yang terletak di Dusun Pasir Panjang, Rambah Hilir," ungkap Kapolres. AS akhirnya menyerahkan diri kepada pihak berwajib dengan jaminan keamanan dari Kapolres Rokan Hulu. Secara resmi, AS berhasil diamankan sekitar pukul 01.00 WIB di ruang tahanan Polsek Rambah Hilir, dan rencananya akan diserahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pasir Pengaraian. "Pada hari ini, kami berencana untuk menyerahkan AS ke Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian dengan bantuan dari Kejaksaan Negeri serta Polres setempat," tuturnya lebih lanjut. Sebelumnya, AS melakukan pelarian dari kendaraan yang sedang dalam perjalanan menuju Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian pada Rabu, 2 Oktober. Dalam momen tersebut, AS melakukan tindakan nekat dengan menceburkan diri ke sungai saat mobil tengah melintasi Jembatan Sungai Batang Lubuh. Dalam insiden tersebut, AS sudah berada dalam tahap II proses hukum di Kejaksaan Negeri Rokan Hulu dan dalam pengawalan petugas Satuan Narkoba Polres Rokan Hulu. Setelah AS melarikan diri, pihak kepolisian didukung oleh Kejaksaan melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Lubuh menggunakan perahu karet, bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Namun, pencarian harus dihentikan pada pukul 03.00 WIB akibat cuaca buruk disertai hujan lebat. Tim pencari melanjutkan usaha mereka pada hari berikutnya berdasarkan informasi dari masyarakat, yang mengarahkan mereka kepada lokasi di mana AS dilaporkan berada, yaitu di tengah hutan sawit. Sayangnya, kesulitan medan yang tidak dapat dilalui baik dengan kendaraan roda dua maupun empat, serta cuaca yang tidak mendukung, membuat pencarian tidak membuahkan hasil. Pada akhirnya, pihak kepolisian menerima informasi dari orangtua AS yang menunjukkan niat mereka untuk menyerahkan anak mereka kepada pihak berwajib. ANTARA