JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Wahyu Dinata, memberikan imbauan kepada para pendukung pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur agar hadir lebih awal dalam acara debat perdana. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kondusivitas pelaksanaan debat. Wahyu menekankan pentingnya kedisiplinan dari audiens selama acara berlangsung. Ia berharap agar semua pendukung dapat hadir antara pukul 17.00 hingga 18.00 agar acara dapat berlangsung dengan tertib dan terarah sesuai dengan instruksi moderator. Dalam persiapan acara ini, Wahyu mengungkapkan bahwa KPU DKI telah melakukan pengaturan dengan sebaik mungkin. Tema yang akan diangkat dalam debat tersebut berfokus pada penguatan sumber daya manusia (*human resources*) dan bagaimana Jakarta dapat bertransformasi menjadi sebuah *global city*. KPU juga telah memilih panelis yang beragam untuk membahas tema ini. Panelis berasal dari berbagai disiplin ilmu, termasuk ahli perkotaan, hukum, akademisi, profesional, dan perwakilan dari generasi Z. Ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas dalam diskusi. Wahyu juga menegaskan pentingnya menjaga integritas selama debat. Untuk itu, semua pihak yang terlibat telah menandatangani pakta integritas demi menjaga netralitas dalam proses debat. Debat dijadwalkan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Minggu, 6 Oktober, dengan dimulai pukul 19.00 WIB. Tiga paslon yang akan berkompetisi dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta adalah Ridwan Kamil-Suswono dengan nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana nomor urut 2, serta Pramono Anung-Rano Karno nomor urut 3. ANTARA