JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Pejuang yang tergabung dalam gerakan Hizbullah berhasil menggagalkan upaya tentara Israel untuk memasuki wilayah Lebanon, khususnya di dekat permukiman Israel yang terletak di Manara. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Minggu, Hizbullah mengkonfirmasi bahwa mereka melancarkan serangan terhadap konsentrasi pasukan musuh di lokasi tersebut. Menurut informasi yang diungkapkan oleh layanan pers Hizbullah, evakuasi terhadap korban luka dan yang tewas dilakukan oleh tim ambulans Israel dari area serangan. Selain itu, upaya lain dari pihak Israel untuk melewati perbatasan juga dihalau oleh Hizbullah di wilayah perbatasan yang dikenal sebagai Blida. Hizbullah menjelaskan bahwa mereka meluncurkan serangan artileri terhadap sekelompok tentara Israel, yang pada akhirnya memaksa mereka untuk mundur kembali ke posisi asal. Konflik antara Hizbullah dan Israel meningkat setelah dimulainya serangan Israel di Gaza, yang dilaporkan telah menyebabkan lebih dari 41.800 orang kehilangan nyawa. Serangan tersebut terjadi setelah kelompok Hamas Palestina melancarkan serangan pada bulan Oktober tahun lalu. Dari laporan yang diterima, pihak berwenang Lebanon mencatat bahwa terdapat sedikitnya 2.011 orang yang tewas, lebih dari 9.500 orang terluka, dan sekitar 1,2 juta orang terpaksa mengungsi akibat dampak dari konflik yang berkepanjangan ini. Masyarakat internasional kini semakin khawatir bahwa serangan yang dilakukan oleh Israel di Lebanon dapat berpotensi memperburuk situasi di Gaza dan mengarah pada konflik yang lebih luas, berisiko menjadi perang regional yang melibatkan banyak pihak. ANTARA