JAKARTA –
**Borneonews - Roma**, Demonstrasi yang digelar untuk mendukung Palestina di ibu kota Italia, Roma, pada hari Sabtu (5/10), memicu bentrokan antara para pengunjuk rasa dengan aparat keamanan. Aksi ini berlangsung di sebuah lapangan yang menjadi lokasi pergelaran demonstrasi. Para demonstran yang hadir mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan-kebijakan polisi yang melarang peringatan satu tahun agresi militer Israel terhadap Jalur Gaza. Dalam suasana yang penuh semangat, pengunjuk rasa mengumandangkan yel-yel menentang tindakan Israel, serta mengecam Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. Mereka menampilkan solidaritas mereka terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ketegangan mulai meningkat saat para pengunjuk rasa hendak meninggalkan lokasi demonstrasi. Pintu keluar diblokir oleh aparat, yang memicu kericuhan. Situasi semakin tidak terkendali ketika polisi membalas dengan semprotan gas air mata dan meriam air, setelah sebelumnya pengunjuk rasa melemparkan botol ke arah petugas keamanan. Menurut laporan dari media setempat, sedikitnya tiga orang pengunjuk rasa dan 30 anggota aparat keamanan mengalami luka-luka dalam insiden ini, termasuk 26 di antaranya merupakan polisi. Selain itu, beberapa laporan menyebutkan bahwa sekitar empat demonstran ditangkap oleh polisi dalam rangka mengatasi kerusuhan yang terjadi. Aksi ini mencerminkan gejolak yang terus berlangsung di dalam masyarakat Italia perihal isu Palestina dan ketegangan politik yang terjadi di kawasan tersebut. ANTARA