MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Pemerintah Kota Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menyelenggarakan Festival Qasidah tingkat pelajar. Inisiatif ini bertujuan untuk melestarikan dan menjaga warisan budaya Islami seiring dengan kemajuan zaman yang semakin pesat. Acara pembukaan festival ini dipimpin oleh Pejabat Sementara Wali Kota Mataram, Tri Budiprayitno. Kehadirannya juga disaksikan oleh Ketua Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kota Mataram, Hj Kinnastri Mohan Roliskana, dalam suasana yang meriah di panggung Sangkareang, pada hari Minggu. Dalam sambutannya, Tri Budiprayitno menekankan pentingnya pelestarian seni dan budaya lokal yang penuh dengan nilai-nilai luhur. Ia mengatakan, “Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, sangat penting bagi kita untuk terus menjaga warisan budaya dan kesenian yang bernilai,” ungkapnya. Pemerintah Kota Mataram berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan memajukan kebudayaan, termasuk melalui penyelenggaraan Festival Qasidah. Budiprayitno juga menyampaikan bahwa generasi muda adalah harapan bangsa. Oleh karena itu, acara ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sebagai sarana untuk mengembangkan karakter positif. “Melalui *qasidah*, para peserta diajarkan disiplin, kerja sama, rasa hormat, serta yang terpenting, penguatan keimanan dan akhlak mulia,” tambahnya. Ia menekankan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari usaha pelestarian seni budaya Islami yang mengandung nilai religius dan moral. “Dengan *qasidah*, kita bisa menyampaikan pesan-pesan kebaikan yang berakar pada ajaran agama dan norma-norma luhur. Sangat penting untuk menanamkan hal ini sejak dini, khususnya di kalangan pelajar,” ujarnya. Di sisi lain, Hj Kinnastri Mohan Roliskana berharap Festival Qasidah dapat berfungsi sebagai wadah pembinaan bagi para pelajar dalam mengembangkan minat mereka terhadap seni Islami. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam upaya pelestarian budaya di kalangan generasi muda. ANTARA