MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Direktur Olat Maras Institute (OMI) di Nusa Tenggara Barat, Miftahul Arzak, menegaskan bahwa hasil survei yang beredar di masyarakat yang mencantumkan logo lembaganya merupakan hasil pengeditan. Hal tersebut menunjukkan bahwa informasi tersebut dapat dianggap sebagai *hoaks* atau berita bohong, terutama menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2024. Miftahul secara tegas menyampaikan bahwa hasil survei tersebut sama sekali tidak berasal dari Olat Maras Institute. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang dengan sembarangan menggunakan logo lembaganya untuk menyebarkan informasi yang tidak benar. Kabar mengenai hasil survei ini mulai beredar beberapa hari lalu, di mana disebutkan adanya rilis mengenai elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang diumumkan seolah-olah oleh Olat Maras Institute. Dalam publikasi tersebut terdapat grafik yang menunjukkan persentase elektabilitas masing-masing pasangan calon, yaitu Rohmi-Firin 29,2 persen, Zul-Uhel 32,8 persen, serta Iqbal-Dinda 30,5 persen. Lebih lanjut, Miftahul menegaskan bahwa dokumen yang memuat angka-angka tersebut, termasuk prediksi final untuk bulan November 2024, sepenuhnya tidak bisa dipercaya dan merupakan *hoaks*. Ia menjelaskan bahwa meskipun Zul-Uhel memang benar memiliki keunggulan, namun informasi mengenai capaian dan prediksi lainnya seperti yang diklaim tersebut tidaklah valid. Ia juga mengonfirmasi bahwa OMI memang telah melakukan survei, namun hasilnya tersebut ditujukan untuk keperluan internal dan tidak dipublikasikan untuk umum. "Kami telah melakukan survei pada 2-12 September 2024, tetapi hasil tersebut bersifat internal. Kami mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang lembaga yang diperbolehkan merilis hasil survei, terutama karena ini berkaitan dengan aturan kampanye resmi," jelas Miftahul. ANTARA