BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus menekan terjadinya kasus gizi buruk. Selama tiga tahun terakhir tidak lagi ditemukan kasus gizi buruk di Kabupaten berjuluk Marunting Batu Aji.
Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Arif Susanto mengatakan, untuk di Kabupaten Kobar kasus gizi buruk sudah tidak terdapat lagi.
"Sudah tidak ada kasus gizi buruk lagi di Kotawaringin Barat. Hal ini terus kita pantau baik itu di rumah sakit hingga ke puskesmas," kata Arif Susanto, baru-baru ini.
Hingga di tingkat puskesmas pembantu (pustu) juga tidak ditemukan anak yang masuk kategori gizi buruk.
"Hal ini lantaran para orang tua sudah tahu mengenai asupan gizi yang harus diberikan kepada anak-anaknya. Sehingga hal ini sangat membantu kita agar tidak muncul kasus gizi buruk," ujarnya.
Tidak hanya itu, di zaman yang modern ini para orang tua semakin melek terhadap kesehatan. Sehingga apa yang menjadi kebutuhan bakal dipenuhi oleh para orang tua.
"Bahkan tidak luput juga, kita sering membagikan roti dan hal lainya untuk menambah gizi anak. Ini sering kita lakukan ditingkat kabupaten higga posyandu yang ada di desa-desa," bebernya.
Bahkan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan hingga pelosok sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat.
"Penting adanya pustu, puskesmas hingga rumah sakit. Kalau ada penyakit langsung dirujuk dan langsung tertangani oleh medis. Maka harapan kami masyarakat juga bisa aktif cek kesehatan untuk mengetahui kondisi tubuh dan melakukan pencegahan sejak dini terkait risiko penyakit yang mematikan," pungkasnya. (CECEP HERDI/m)








