BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Nelayan di Pesisir Terpadu, Bugam Raya (Kubu, Bugam dan Keraya), Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), memasuki masa paceklik di musim Angin Tenggara.
Biasanya pada musim angin tenggara ini nelayan di Pesisir Kumai, selalu panen ikan Kembung, Tetapi musim angin tenggara kali ini ikan kembung tangkapan nelayan tidak seberapa jumlahnya. Wilayah penangkapan ikan kembung pada musim angin tenggara adalah di wilayah Sungai Cabang Timur hingga Laut Senggora.
Penurunan jumlah ikan kembung yang terjadi akibat banyak faktor, terutama makin tingginya intensitas pelayaran yang melewati wilayah tangkap.
"Bisa jadi diakibatkan oleh tingginya intensitas pelayaran yang melewati jalur tangkap sehingga ikan-ikan berpindah," kata Suriansyah, warga Nelayan Kubu, Minggu (21/8/2016).
Menurut Suriansyah, penurunan hasil tangkap ikan kembung mencapai 60 persen. Dulunya kapal 5-10 GT bisa membawa pulang hasil tangkapan hingga empat ton.
Ia juga mengatakan, akibat menurunnya sumber daya perikanan, para tengkulak ikan yang biasanya ramai berdatangan dari Kalimantan Barat (Kalbar), saat ini sudah jarang terlihat.
"Hasil tangkapan untuk mencukupi Kobar saja sudah sulit, jadi ikannya yang tidak ada, tengkulak dari kalbar saja sudah jarang terlihat," ujar dia.
Sementara itu pendiri salah satu kelompok nelayan di Sungai Bakau, membenarkan bahwa hasil tangkapan ikan, terutama ikan Kembung, yang biasanya melimpah di musim angin tenggara mengalami penyusutan jumlah. Ini berimbas pada hasil tangkapan nelayan.
Pendi menilai, berkurangnya hasil tangkapan perikanan nelayan tidak mencukupi biaya operasional, sehingga nelayan lebih memilih untuk tidak berangkat melaut dan melakukan aktifitas pekerjaan lain.
"Beberapa kali melaut hasil tangkapan tidak nutup untuk biaya operasional. Jadi banyak yang memilih tidak melaut," kata Pendi. (KOKO SULISTYO/m)








