**Borneonews - Solo, Jawa Tengah**, Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, mengungkapkan keyakinannya bahwa Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 berpotensi besar untuk menciptakan *multiplier effect* bagi wilayah Jawa Tengah. Hal ini diungkapkan oleh Dito dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Solo.
Dito menyatakan bahwa meskipun kajian komprehensif mengenai dampak ekonomi akan dilakukan setelah pelaksanaan Peparnas, terdapat harapan akan pertumbuhan yang signifikan. Ia menjelaskan bahwa dukungan pemerintah untuk acara ini mencakup alokasi dana sebesar Rp290 miliar, yang diharapkan dapat menjadi stimulus untuk berbagai aspek, baik yang terkait dengan olahraga maupun non-olahraga.
Dana tersebut akan difokuskan pada dua aspek utama: pengadaan peralatan dan akomodasi serta konsumsi peserta. Dito menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang sama bagi semua atlet untuk menunjukkan kapasitas terbaik mereka selama event ini.
Dari sudut pandang ekonomi, Peparnas diyakini dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan wilayah penyelenggara. Sebagai contoh, pada tahun 2021, adanya Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas di Papua menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan, dengan estimasi mencapai Rp1,6 triliun bagi provinsi tersebut.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Papua melaporkan bahwa kedua event tersebut turut berperan dalam pemulihan perekonomian daerah, dengan pertumbuhan yang tercatat berkisar antara 0,7 persen hingga 1,1 persen. Dito juga optimis bahwa Peparnas 2024 akan menjadi ajang untuk menampilkan atlet-atlet terbaik Indonesia yang bakal berlaga di ASEAN Para Games, Asian Para Games, dan Paralimpiade.
Dito menambahkan, "Kami berharap Peparnas 2024 dapat sukses dalam aspek prestasi, ekonomi, dan administrasi. Kami juga berharap agar selama penyelenggaraan event ini, dapat dicatat rekor-rekor baru baik di tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan bahwa tidak ada masalah yang muncul pasca Peparnas 2024."
ANTARA
Peparnas 2024 Berpotensi Ciptakan Dampak Ekonomi Positif
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







