SURABAYA –
**Borneonews - Kediri**, Pemerintah Kota Kediri, yang terletak di Jawa Timur, telah menginisiasi penyediaan sarana transportasi umum yang ramah bagi anak-anak disabilitas. Langkah ini diambil untuk memastikan mereka dapat dengan lebih mudah mengakses layanan transportasi yang ada. Didik Catur, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meluncurkan program bernama *Jalan Bareng Sindi* (Satria Inklusi Difabel). Program ini ditujukan untuk memperkenalkan transportasi umum kepada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Saat ini, Kota Kediri telah melengkapi dua armada bus Satria yang dirancang khusus dan beberapa halte yang mendukung aksesibilitas bagi pengguna disabilitas. Didik menjelaskan, setiap bus dilengkapi dengan area khusus untuk kursi roda dan memiliki pintu dengan pelandai untuk memudahkan proses naik dan turun bagi anak-anak tersebut. Sebagai bagian dari program ini, anak-anak disabilitas diajak untuk merasakan secara langsung pengalaman menggunakan angkutan umum milik Pemkot Kediri. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan mereka pada sarana transportasi yang ada. Bus tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengangkut anak-anak ke sekolah pada jam masuk dan pulang, tetapi juga melayani masyarakat umum pada siang hari. Didik menekankan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mendukung kesetaraan dalam mobilitas sehari-hari, yang selaras dengan semangat UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Sebanyak 75 siswa penyandang tunagrahita, bersama dengan 14 guru pendamping, turut serta dalam perjalanan dengan dua armada bus Satria. Mereka dijemput langsung dari SLB B Putra Asih yang terletak di Balowerti, Kota Kediri. Selama perjalanan ini, mereka diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan pusat perbelanjaan di kota, dengan rute yang mencakup Jalan Hasanudin, Jalan A. Yani, Stadion Brawijaya, Taman Memorial Park, Jalan Dhoho, Jalan Yos Sudarso, hingga Taman Brantas. Didik menambahkan bahwa kegiatan ini dikhususkan untuk siswa penyandang tunagrahita, yang terlihat sangat antusias saat menggunakan kendaraan umum. Pihaknya merencanakan untuk mengadakan kegiatan serupa di masa depan dengan melibatkan SLB lainnya yang ada di Kota Kediri, agar lebih banyak anak disabilitas dapat merasakan pengalaman naik angkutan umum. “Ini adalah upaya kami untuk memperkenalkan transportasi kepada anak-anak disabilitas, karena mereka berhak memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya,” ujar Didik. Sementara itu, Setyaningtyas, Kepala Sekolah SLB B Putra Asih, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Kediri atas fasilitas yang diberikan. Ia mengungkapkan betapa antusiasnya anak-anak dalam mengikuti kegiatan ini. “*Alhamdulillah*, anak-anak sangat senang mengikuti kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa diadakan secara rutin, sehingga bus Satria tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi,” ungkap Setyaningtyas. ANTARA