BENGKULU –
**Borneonews - Rejang Lebong**, Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu saat ini tengah melaksanakan upaya penyisiran di desa dan kelurahan untuk menemukan anak-anak yang belum menerima imunisasi polio dosis pertama dan kedua. Kegiatan ini merupakan inisiatif penting dalam mendukung program imunisasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Dhendi Novianto Saputra, menjelaskan bahwa target imunisasi polio di 15 kecamatan di kabupaten ini mencakup sebanyak 36.382 anak. Sebagai bagian dari upaya tersebut, tim kesehatan sedang melaksanakan *sweeping* dengan mendatangi rumah-rumah warga dan lembaga pendidikan, untuk mencari anak-anak berusia 0 hingga 12 tahun yang belum mendapatkan vaksin polio. Saat ini, capaian untuk dosis pertama sudah mencapai 28.085 anak, yang setara dengan 77,30 persen dari target yang ditentukan. Sementara itu, untuk imunisasi dosis kedua, jumlah anak yang telah divaksin mencapai 23.259 atau sekitar 64,12 persen. Data ini menunjukkan bahwa angka capaian imunisasi untuk kedua dosis masih jauh dari target nasional, yaitu minimal 95 persen untuk dosis pertama. Sebagai langkah lanjutan, daerah yang belum mencapai target akan diberikan perpanjangan waktu untuk pelaksanaan imunisasi. Perpanjangan ini berlaku dari 23 September hingga 23 Oktober 2024, sebagaimana tercantum dalam surat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nomor IM.02.03/C.I/7264/2024. Hal ini menunjukkan adanya perhatian terhadap daerah-daerah dengan capaian *Polio Immunization National* (PIN) yang masih rendah. Dhendi juga mengimbau kepada orang tua yang memiliki anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi polio agar segera membawa mereka ke puskesmas, posyandu, atau rumah sakit umum daerah Rejang Lebong. Imunisasi polio diberikan secara gratis dan sangat krusial untuk meningkatkan kekebalan anak terhadap virus polio, apalagi mengingat bahwa di Provinsi Bengkulu terdapat beberapa kasus polio yang telah terdeteksi. ANTARA