**Borneonews - Australia**, Ribuan warga negara Australia yang pro-Palestina menggelar unjuk rasa pada Minggu (6/10) sebagai respons terhadap serangan yang terus-menerus dilancarkan oleh pasukan Israel di Gaza dan Lebanon. Unjuk rasa ini dilakukan menjelang peringatan satu tahun perang yang dianggap sebagai genosida terhadap rakyat Palestina.
Aksi demonstrasi besar-besaran tersebut berlangsung di beberapa kota, termasuk Sydney, Melbourne, dan Adelaide, dengan pengamanan ketat dari pihak kepolisian. Menurut laporan Australian Broadcasting Corporation (ABC), ribuan orang berkumpul di Hyde Park, Sydney, dengan membawa spanduk dan bendera. Mereka kemudian melanjutkan pawai menuju Central Business District (CBD) di Melbourne, yang dipimpin oleh penyelenggara melalui teriakan pengeras suara.
Polisi setempat melakukan pemeriksaan di tengah kerumunan untuk memastikan tidak ada simbol-simbol ilegal, seperti bendera Hizbullah, yang dipamerkan. Salah satu penyelenggara aksi, Amao Naser, menyatakan kepada ABC bahwa tujuan dari demonstrasi tersebut adalah untuk menuntut agar pemerintah Australia memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, menekankan bahwa sudah cukup aksi-aksi yang dilakukan oleh negara tersebut.
Josh Lees, perwakilan dari Palestine Action Group di Sydney, menyoroti bahwa unjuk rasa ini bertujuan untuk menentang "genosida yang sedang berlangsung" di Gaza. Ia menambahkan bahwa urgensi untuk mengadakan aksi demonstrasi kini menjadi semakin besar. "Perang yang dimulai oleh Israel di Lebanon dapat berpotensi memicu konflik yang lebih luas dengan Iran," ujarnya.
Di Melbourne, para demonstran berkumpul di Flinders Street Station sebelum melanjutkan pawai di Swanston Street, yang dimulai dari State Library. Sementara itu, di Adelaide, ratusan pendukung Palestina mengadakan demonstrasi di depan Gedung Parlemen Australia Selatan untuk menyampaikan aspirasi dan protes mereka.
**Ketegangan Meningkat**
Di Sydney, setidaknya satu orang ditangkap karena membawa bendera Israel yang memiliki simbol swastika, bukan Bintang Daud. Individu tersebut diperkirakan akan menghadapi dakwaan pada hari yang sama.
Ketegangan juga meningkat di kawasan Swanston Street, Melbourne, di mana kepolisian menyaksikan situasi memanas setelah seorang anggota komunitas Yahudi dikeluarkan oleh petugas, yang menilai bahwa individu tersebut berupaya memprovokasi para pengunjuk rasa. Di Rundle Mall, Adelaide, kelompok kecil yang mendukung Israel turut berpartisipasi dengan memasang foto-foto yang mereka klaim sebagai sandera perang.
Di Southbank, Melbourne, ratusan anggota komunitas Yahudi berkumpul untuk memperingati serangan yang terjadi pada 7 Oktober. Dalam aksi tersebut, beberapa individu dari komunitas Iran juga turut hadir, mengibarkan bendera Iran sebelum Revolusi serta bendera Israel.
Serangan brutal yang dilancarkan oleh Israel ke Jalur Gaza terus berlanjut setelah serangan oleh kelompok Hamas pada 7 Oktober lalu. Meskipun Dewan Keamanan PBB menyerukan gencatan senjata segera, lebih dari 41.800 jiwaterutama wanita dan anak-anaktelah tewas, dan lebih dari 96.900 orang lainnya mengalami cedera, menurut laporan dari otoritas kesehatan setempat.
Krisis kemanusiaan di wilayah tersebut semakin parah, dengan pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan mengalami kekurangan. Israel kini dihadapkan pada tuntutan di Pengadilan Internasional terkait dugaan genosida di Gaza, menimbulkan banyak keprihatinan di masyarakat internasional.
ANTARA
Ribuan Pro-Palestina Terus Berunjuk Rasa di Australia untuk Gaza
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Komentar (0)
Memuat komentar…







