BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dua titik api di Kecamatan Arut Selatan (Arsel) dan Kecamatan Pangkalan Banteng yang terpantau oleh satelit Aqua mulai Sabtu (20/8/2016) ditangani tim Karhutla Kabupaten Kotawaringin Barat.
Dua titik hotspot yang menyebabkan asap cukup tebal di kota Pangkalan Bun dan sekitarnya itu ditangani helikopter water bombing milik BNPB dan tim karhutla yang memadamkan api dari jalur darat.
"Titik hotspot yang terpantau citra satelit Aqua berada di dua Kecamatan Pangkalan Banteng dan Kecamatan Arut Selatan.Kedua titik hotspot tersebut mulai nihil dari pantauan pada siang hari ini," kata Kepala BMKG Pangkalan Bun, Lukman Soleh melalui prakirawan BMKG Pangkalan Bun, Minggu (21/8/2016).
Ia menjelaskan, pada Sabtu (20/8/2016) dua hotspot masih terdeteksi satelit. Bahkan hingga Minggu pagi tadi, hotspot belum hilang dari pantauan satelit.
"Hotspot yang terpantau hingga tanggal 21 agustus 2016 pukul 06.00 WIB masih sama dengan yang kemarin sore. Akumulatif atau belum ada perubahan," katanya.
Namun pada pukul 13.00 WIB. Titik hotspot yang diduga merupakan titik panas dari lahan yang terbakar sudah tidak nampak lagi. "Update hotspot akumulasi dari jam 00-06 utc tanggal 21 Agustus 2016 Kalteng nihil," tulis dia dalam sebuah laporan titik hotspot di grup telegram.
Sementara itu Kepala BPBD Kotawearingin Barat Hermon F Lion mengakui, jika tim water bombing yang dibantu TNI AU setiap hari melakukan patroli dan menyiraman jika terdapat titik api. Berkat bantuan water bombing, Hermon juga mengaku penanganan karhutla semakin mudah.
"Dari dua helikopter itu, satu yang dipakai di Kobar dan sekitarnya. Satunya lagi digeser ke wilayah kabupaten lain," jelas Hermon.
Tercatat jumlah hostpot di wilayah Kabupaten Kobar selama bulan Agustus sejak tanggal 1 hingga tanggal 21 ini, dengan tingkat kepercayaan (confident) lebih dari 50 persen sebanyak 15 titik. Jumlah tersebut tersebar di Kecamatan Arsel, Kumai, Kotawaringin Lama, dan Pangkalan Banteng. (CECEP HERDI/m)








