BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur membuat terobosan dengan mewajibkan semua perusahaan yang berinvestasi di daerah itu membeli beras lokal untuk kebutuhan beras karyawannya.
“Semua perusahaan wajib beli beras lokal. Suratnya sudah saya tandatangani per tanggal 16 Agustus 2016. Isi surat itu yakni mewajibkan seluruh perusahan bergerak di bidang perkebunan, pertambangan, mapun sektor usaha lainnya agar membeli beras dari hasil para petani di daerah ini,” kata Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi, Minggu (21/8/2016).
Pemerintah Kotawaringin Timur terus memacu para petani memberikan bantuan peralatan pertanian secara terus menerus. Hal itu guna meningkatkan produksi beras petani demi terwujudnya swasembada beras.
Namun setelah produksi beras meningkat, para petani kesulitan memasarkan hasil pertaniannya tersebut. Sehingga para petani meminta pemerintah daerah membantu memasarkan beras mereka. Keluhan itu pun langsung mendapat respon dari pemerintah daerah dengan mengeluarkan imbauan kepada perusahaan untuk membeli beras lokal.
“Suratnya berbentuk himbauan sudah saya tandantangani, dan akan dikirim kepada pimpinan perusahan. Bagi perusahan yang tidak memperhatikan imbauan ini, kalau ada masalah jangan minta tolong dengan bupati, kalau tidak menolong nasib petani di Kabupaten Kotawaringin Timur,” tegas orang nomor satu di Bumi Habaring Hurung ini.
Dia juga mengatakan, kalau Kotawaringin Timur sudah swasambada beras, hasil padi Kotim harus diekspor keluar daerah. Penjualan bisa dilakukan ke kabupaten tetangga seperti Kabupaten Seruyan dan Katingan. Jadi petani padi tidak usah khawatir dengan melimpahnya hasil padi, karena pemerintah daerah akan membantu petani memasarkan hasil pertaniannya.
Selain itu, Supian Hadi juga memerintahkan Kepala Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan agar bisa koordinasi dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar untuk membantu pemasaran beras petani dengan membuat brosur.
“Sementara ini saya masih membuat surat imbauan secara tertulis kepada pimpinan perusahan, agar memperhatikan produksi beras hasil petani di Kotim. Insya Allah mereka (perusahaan) akan setuju terkait himbauan tersebut,” ucapnya. (RAFIUDIN/m)








