JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 dalam Pilkada 2024, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa sistem transportasi *Transjakarta* saat ini belum cukup efektif untuk mengatasi masalah kemacetan yang terjadi di Ibu Kota. Menurutnya, diperlukan lompatan yang lebih besar dalam sistem transportasi publik, salah satunya dengan mengimplementasikan sistem *Transjabodetabek*. Pramono Anung menyampaikan pandangannya saat menjawab pertanyaan terkait tema "Transportasi yang Terintegrasi" dalam debat perdana Pilkada Jakarta 2024 yang berlangsung di Jakarta International Expo, Kemayoran. Ia menekankan pentingnya pengintegrasian sistem transportasi antar wilayah untuk mengurangi pengguna kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta. Lebih lanjut, ia menyoroti perlunya akses transportasi gratis bagi kelompok masyarakat tertentu yang saat ini telah menikmati layanan *Transjakarta* tanpa biaya. Di antara kelompok tersebut adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov DKI, pemegang Kartu Jakarta Pintar, penyewa rumah susun sederhana, serta anggota Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Pramono menandaskan, jika batuan transportasi publik seperti *Transjabodetabek* dapat diperluas hingga kawasan Puncak dan Cianjur, maka akan lebih efektif dalam mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang memasuki Jakarta. Debat pertama antara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dihadiri oleh paslon Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, serta Pramono Anung-Rano Karno. Dalam debat tersebut, para calon mengemukakan visi dan misi mereka, serta menjawab pertanyaan dari panelis dan saling berinteraksi satu sama lain. KPU DKI Jakarta juga telah merencanakan dua debat berikutnya, dengan jadwal debat kedua pada 27 Oktober dan debat ketiga pada 17 November 2024. Debat pertama ini bertemakan "Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global" dan diorganisir dalam enam segmen, yang mencakup pemaparan visi, tanya jawab, serta diskusi antarpaslon. ANTARA