JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut tiga, Rano Karno, yang lebih dikenal dengan sapaan Bang Doel, menyatakan bahwa sinetron *Si Doel Anak Sekolahan* memiliki peran penting dalam usaha mempertahankan budaya Indonesia, terutama budaya Betawi. Dalam sebuah paparan visi-misi pada debat perdana Pilkada DKI Jakarta di JIExpo Jakarta, dia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, melainkan juga di berbagai tempat di mana orang belajar dan berinteraksi. Rano mengajak masyarakat Jakarta untuk merubah pola pikir mereka, dengan tujuan membangun kebudayaan sebagai salah satu sumber daya manusia yang berkelanjutan. Dia berharap sinetron yang pernah dibintanginya bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih mencintai dan menghargai warisan budaya mereka sendiri. Untuk mendukung pelestarian budaya, Rano menekankan pentingnya penyediaan fasilitas yang memungkinkan masyarakat untuk berkumpul dan berinteraksi. Dia menyebutkan kebutuhan akan tempat seperti balai rakyat dan Taman Ismail Marzuki sebagai ujung tombak dalam upaya melestarikan kebudayaan. Debat pertama untuk pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Pilkada DKI Jakarta 2024 dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, hadir pasangan calon lain, antara lain Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO), serta Dharma Pongrekun dan Kun Wardana (Dharma-Kun). Rano berpasangan dengan Pramono Anung dalam kontestasi ini. Tema yang diangkat dalam debat perdana ini adalah *Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global*. KPU DKI Jakarta juga telah merencanakan jadwal untuk debat kedua pada 27 Oktober dan debat ketiga pada 17 November. Debat kali ini menghadirkan tujuh pakar dari berbagai bidang keilmuan, di antaranya Gun Gun Heryanto, Beky Mardani, R. Siti Zuhro, Nurliah Nurdin, Didik Suhariyanto, Ahsanul Minan, dan Andhyta Firselly Utami. ANTARA