BOGOR –
**Borneonews - Sukabumi, Jawa Barat**, Petugas gabungan telah berhasil menemukan *Kapal Motor* (KM) Setia Jaya 17, sebuah perahu nelayan yang tergolong jenis *congkreng*, yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Samudera Hindia, khususnya di barat daya Laut Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi. Kapal tersebut dilaporkan hilang pada hari Minggu. Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kasatpol Airud Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, KM Setia Jaya 17 berangkat dari Dermaga Pantai Ujunggenteng dengan membawa dua orang kru untuk kegiatan memancing ikan layur. Keberangkatan kapal terjadi pada Kamis, 3 Oktober, sekitar pukul 16:00 WIB. Pada hari Jumat, 4 Oktober, Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep JK, melaporkan bahwa pihaknya telah kehilangan kontak dengan kru kapal tersebut setelah beberapa jam berlayar di perairan lepas pantai. Mendapatkan laporan itu, pihak Polres Sukabumi segera berkoordinasi dengan Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan relawan setempat untuk melakukan pencarian. Namun, pencarian yang dilakukan hingga malam hari pada hari Sabtu belum membuahkan hasil. Baru pada siang hari Minggu, informasi menyebutkan bahwa kru dari KM Bintang Bahari 88 melihat KM Setia Jaya 17 dalam kondisi terbalik, sekitar 30 mil laut dari Pantai Ujunggenteng. Berbekal informasi tersebut, tim SAR gabungan segera menuju lokasi dan menemukan KM Setia Jaya 17 dalam keadaan terbalik, mengalami kerusakan parah, dan hampir tenggelam. "Setelah kami berhasil evakuasi, KM Setia Jaya 17 telah dibawa ke dermaga. Kapal ini hilang kontak akibat kebakaran yang disebabkan oleh ledakan mesin genset. Ini membuat kru tidak dapat berkomunikasi, ditambah lagi dengan gelombang tinggi yang mempengaruhi stabilitas kapal hingga akhirnya terbalik," jelas Tenda. Sejauh ini, pihak berwenang masih melakukan investigasi terkait insiden kecelakaan laut ini. Selain itu, mereka juga memberikan imbauan kepada para nelayan agar sebelum melaut, memastikan perlengkapan keselamatan dan peralatan, seperti mesin, dalam keadaan baik dan layak digunakan. ANTARA