JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Suswono (selanjutnya disebut RIDO), telah mengumumkan rencana untuk memberikan kemudahan dalam layanan pengaduan masyarakat. Langkah ini bertujuan agar warga Jakarta dapat berkomunikasi secara langsung dengan kantor gubernur melalui saluran telepon khusus yang disediakan. Dalam sebuah debat yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) di Kemayoran pada malam Minggu, Suswono menjelaskan bahwa peningkatan tata kelola pemerintahan adalah prioritas mereka. Ia menekankan pentingnya layanan digital agar masyarakat dapat dengan mudah mengajukan pengaduan terkait pelayanan publik. "Layanan digital adalah hal yang sangat penting dan harus kami implementasikan agar masyarakat tidak kesulitan dalam menyampaikan aspirasi mereka," ungkapnya. Suswono juga menyoroti pentingnya pengelolaan dana yang efisien untuk mencegah pemborosan. Ia berujar, "Terdapat indikasi korupsi yang masih tinggi. Karena itu, pengelolaan pendapatan perlu dilakukan secara efektif agar dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jakarta." Ia menambahkan bahwa desentralisasi anggaran akan menjadi langkah krusial untuk meminimalisir kebocoran dana. Dalam program mereka, Ridwan Kamil dan Suswono berkomitmen untuk menyediakan anggaran sebesar Rp1 miliar bagi setiap rukun warga (RW) selama jangka waktu lima tahun. Program ini akan difokuskan pada kegiatan padat karya, yang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Dari aspek integritas, Suswono juga menekankan bahwa aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov Jakarta harus memiliki komitmen untuk menjaga integritas. ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan yang baik, transparan, dan transformatif. "Apabila ini dapat terlaksana dengan baik, kami percaya akan tercipta kepuasan masyarakat terhadap pengelolaan pemerintahan di Jakarta," tambahnya. Debat ini diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta dan dihadiri oleh dua pasangan calon lainnya, yaitu Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel). Tema debat perdana ini adalah "Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global." Melalui debat ini, setiap paslon diharapkan dapat menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka, yang akan menjadi pertimbangan penting bagi pemilih menjelang hari pemungutan suara pada 27 November 2024. KPU DKI Jakarta juga telah menjadwalkan debat kedua pada 27 Oktober dan debat ketiga yang akan berlangsung pada 17 November. ANTARA