SURABAYA –
**Borneonews - Pamekasan**, Pemerintah Kabupaten Pamekasan, yang terletak di Jawa Timur, tengah mengajukan permohonan untuk penambahan jumlah dokter hewan kepada pemerintah pusat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan hewan dalam wilayah tersebut. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Pertanian Kabupaten Pamekasan, Nolo Garjito, menjelaskan bahwa saat ini hanya terdapat tujuh dokter hewan yang beroperasi di Pamekasan. Jumlah tersebut dinilai sangat tidak memadai, terutama jika diperhitungkan dengan jumlah kecamatan yang mencapai 13 unit. Menurut Nolo, idealnya, Pamekasan membutuhkan satu dokter hewan untuk setiap kecamatan, sehingga diperlukan tambahan enam orang dokter hewan agar layanan kesehatan hewan dapat berjalan secara optimal. Pengajuan tambahan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak lima tahun yang lalu, namun hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan dari pemerintah pusat. Nolo berharap bahwa pengajuan ini dapat dipertimbangkan kembali tahun ini sehingga kebutuhan akan dokter hewan dapat segera terpenuhi. Ia juga menyoroti bahwa kekurangan jumlah dokter hewan yang ada saat ini menyebabkan petugas kesehatan hewan harus bekerja lebih keras dalam melaksanakan pemeriksaan terhadap hewan peliharaan milik warga. Di samping kekurangan tenaga medis, Nolo juga mencatat bahwa fasilitas pelayanan kesehatan hewan masih jauh dari memadai. Saat ini, Pamekasan hanya memiliki empat pusat kesehatan hewan (*puskeswan*), yang tersebar di Kecamatan Galis, Pakong, Pamekasan, dan Waru. Meskipun ada rencana untuk menambah jumlah *puskeswan* tahun ini, keterbatasan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pamekasan membuat rencana tersebut terpaksa ditunda. Saat ini, anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan lebih difokuskan untuk pengadaan obat-obatan hewan dan kebutuhan penunjang lainnya. ANTARA