JAKARTA –
**Borneonews - Republik Demokratik Kongo**, Republik Demokratik Kongo telah memulai program vaksinasi pertama untuk mengatasi penyakit *mpox*, menurut informasi yang disampaikan oleh departemen regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu, 5 Oktober. WHO sebelumnya mengumumkan bahwa wabah cacar monyet di Afrika telah ditetapkan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada bulan Agustus tahun ini. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya situasi tersebut dan perlunya langkah-langkah pencegahan yang cepat dan efektif. "Pada hari ini, Republik Demokratik Kongo memulai vaksinasi *mpox* untuk mengendalikan wabah ini dan menjaga keselamatan jiwa,” ungkap WHO Afrika melalui platform *X*. Vaksinasi ini akan difokuskan pada petugas kesehatan, responden garis depan, individu yang pernah berhubungan dengan kasus yang terkonfirmasi, serta kelompok yang dianggap berisiko tinggi. Sejak awal 2024, Republik Demokratik Kongo mencatat lebih dari 30.590 kasus *mpox* dan dilaporkan terdapat lebih dari 980 kematian akibat penyakit ini. Dalam langkah awal untuk menanggulangi wabah ini, pada bulan September, negara tersebut menerima gelombang pertama vaksin cacar monyet dari Nordik Bavaria, yang disuplai oleh departemen Komisi Eropa untuk Kesiapsiagaan Darurat Kesehatan (HERA). Cacar monyet merupakan penyakit menular yang tergolong langka dan dapat menular melalui kontak antarmanusia. Meskipun pada umumnya penyakit ini tergolong ringan dan mampu sembuh dalam waktu beberapa minggu, ada kemungkinan terjadinya komplikasi yang lebih serius pada sejumlah orang. Gejala awal dari cacar monyet mencakup demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, serta gejala lain seperti menggigil dan kelelahan. Ruam kulit biasanya muncul setelah mengalami gejala awal, sering kali dimulai di wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Dengan adanya langkah vaksinasi ini, diharapkan dapat membantu menekan penyebaran penyakit dan melindungi populasi yang paling rentan di Republik Demokratik Kongo. ANTARA