SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Ahli kesehatan asal Rumah Sakit Samarinda Medika Citra, Andrew Saniang, menekankan pentingnya pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan untuk menghindari nyeri pinggang yang disebabkan oleh hernia nukleus pulposus (HNP), yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai *saraf kejepit*. Dia menyatakan bahwa meskipun kondisi HNP tidak selalu dapat sepenuhnya dihindari, risiko terjadinya dapat diminimalkan melalui berbagai tindakan preventif. Langkah-langkah tersebut mencakup melakukan olahraga seperti renang, menjaga posisi duduk yang tepat, serta mengangkat beban dengan cara yang benar. Semua aspek ini sangat penting untuk diperhatikan agar kesehatan tulang belakang tetap terjaga. Andrew memperjelas bahwa menjaga berat badan ideal juga merupakan bagian dari strategi pencegahan yang efektif. Kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang, sehingga meningkatkan risiko mengalami HNP. Selain itu, dia mengingatkan masyarakat untuk menghindari kebiasaan merokok. Aktivitas merokok dapat mengurangi pasokan oksigen yang diperlukan oleh bantalan tulang belakang, yang berfungsi sebagai pelindung tulang lumbal. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas hidup dengan berhenti merokok sangatlah dianjurkan. Bagi mereka yang bekerja dalam posisi duduk di waktu yang lama, Andrew menyarankan untuk sesekali berdiri dan melakukan peregangan. Gerakan ini dapat membantu mengurangi ketegangan yang terjadi akibat postur yang statis. Menurut Andrew, HNP terbentuk akibat pecahnya bantalan sendi yang melindungi tulang belakang. Kondisi ini membuat inti bantalan sendi keluar dari posisinya, sehingga menjepit saraf di sekitarnya. Dia memberikan analogi bahwa bantalan sendi dalam tulang belakang dapat dibandingkan dengan bantal; ketika isi bantal keluar, bentuknya akan berubah, menjadikannya tidak nyaman. Andrew juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya HNP. Salah satu faktor tersebut adalah benturan pada area tulang belakang akibat kecelakaan. Selain itu, posisi duduk atau berdiri yang tidak tepat dalam durasi panjang bisa menjadi pemicu, serta mengangkat barang berat dengan cara yang salah dapat berpotensi menyebabkan cedera. HNP dapat menimbulkan berbagai dampak pada penderitanya, dengan nyeri sebagai gejala yang paling umum. Intensitas nyeri ini pun bervariasi, mulai dari tingkat ringan hingga berat. Andrew menyampaikan bahwa ketika saraf terjepit, bisa mengakibatkan kelemahan pada otot-otot tertentu, hal ini tergantung pada lokasi saraf yang terkena. Dalam kasus yang lebih serius, HNP dapat berujung pada kelumpuhan. Penting untuk segera mencari pertolongan medis ketika mengalami gejala-gejala yang semakin memburuk, seperti kelumpuhan pada kaki, rasa sakit di area anus, kesulitan saat buang air kecil atau besar, serta kelemahan otot yang muncul secara mendadak. Andrew menekankan bahwa penanganan HNP bisa dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari terapi fisik hingga tindakan bedah. Oleh karena itu, konsultasikanlah masalah kesehatan ini ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. ANTARA