**Borneonews - Bogor**, DPRD Kota Bogor, yang terletak di Jawa Barat, memberikan peringatan kepada pemerintah kota untuk melakukan evaluasi terhadap sistem drainase di wilayah mereka. Peringatan ini disampaikan menyusul terjadinya banjir di Underpass Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Kedungbadak pada hari Sabtu, 5 Oktober.
Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy, menegaskan bahwa lembaganya akan meminta kepada Pemkot Bogor untuk melakukan kajian yang mendalam terkait kondisi drainase yang ada. Menurutnya, meskipun Jalan Sholeh Iskandar berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat, pemerintah kota tetap perlu bergerak aktif dengan melakukan kajian secara proaktif.
Rusli menyampaikan bahwa hasil dari kajian tersebut nantinya akan diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (*PUPR*) serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan cara ini, upaya perbaikan sistem drainase dapat dilakukan secara bersamaan, melibatkan jalan yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kota.
Dia mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi banjir yang melanda hampir semua ruas jalan di Kota Bogor, yang berdampak pada kemacetan lalu lintas selama lebih dari 3 jam. Rusli berharap agar tidak ada korban jiwa lagi akibat buruknya manajemen sistem drainase di daerah ini. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana ada korban jiwa akibat banjir, harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.
Lebih jauh, Rusli juga meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (*PUPR*) Kota Bogor berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pemeriksaan terhadap saluran drainase. Hal ini penting untuk mengetahui apakah ada sumbatan yang disebabkan oleh penumpukan sampah di berbagai lokasi.
"Pembahasan terkait evaluasi dan monitoring akan dilakukan secara lebih mendalam di Komisi III DPRD Kota Bogor. Ini akan menjadi fokus utama kami dalam waktu dekat, terutama mengingat prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (*BMKG*) yang menyebutkan bahwa curah hujan tinggi akan terus berlanjut hingga akhir tahun," ungkapnya.
Sebagai informasi tambahan, penanganan banjir di Underpass Jalan Sholeh Iskandar dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (*DPKP*) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (*BPBD*), dengan menggunakan mesin penyedot air pada malam tanggal 5 Oktober.
ANTARA
DPRD Bogor Desak Pemkot Evaluasi Sistem Drainase Usai Banjir
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







