JAKARTA –
**Borneonews - Istanbul**, Seorang pejabat senior dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Israel belum memberikan jaminan kepada pemerintahan Presiden Joe Biden mengenai kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Pernyataan ini disampaikan dalam laporan yang dilansir oleh *CNN*. Dalam penjelasannya, pejabat tersebut menekankan bahwa situasi saat ini sangat kompleks, dan sulit untuk memprediksi apakah Tel Aviv akan merespons dengan tindakan tersebut, terutama menjelang peringatan satu tahun serangan kelompok perlawanan Hamas terhadap Israel yang terjadi pada 7 Oktober tahun lalu. Pejabat yang memilih untuk tidak mengungkapkan identitasnya itu menyatakan, "Kami berharap untuk melihat kebijaksanaan dan kekuatan, tetapi jelas tidak ada jaminan." Pernyataan tersebut muncul setelah pertanyaan yang diajukan oleh *CNN* mengenai apakah Israel telah memberikan kepastian kepada Amerika Serikat terkait dengan strategi militer mereka terhadap Iran. Minggu ini, Iran merespons situasi terkini dengan meluncurkan serangan rudal ke arah Israel, terkait dengan pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, serta pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah. Di sisi lain, Israel terus melancarkan serangan udara dan darat di Lebanon sambil tetap fokus menggempur Jalur Gaza. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya telah mengungkapkan komitmennya bahwa Iran akan menanggung konsekuensi dari serangan yang dilakukan. Dengan ketegangan yang terus meningkat, situasi di kawasan tersebut menjadi semakin tidak menentu dan memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional. ANTARA