JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 2, Dharma Pongrekun, mengakui kontribusi yang signifikan dari Pramono Anung dalam penempatan dirinya di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Pengakuan ini disampaikan saat berlangsungnya debat kandidat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Di hadapan audiens, Dharma Pongrekun menyatakan, “Saya ada di BSSN karena beliau yang tempatkan saya.” Pernyataan ini merujuk kepada Pramono Anung yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Kabinet. Dharma menegaskan bahwa ia menjalankan tugas tersebut dengan penuh dedikasi dan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Lebih lanjut, Dharma berbicara mengenai tantangan yang dihadapi dalam menjaga keamanan data di era *cyber security*. Ia menekankan pentingnya Indonesia untuk memiliki kemandirian dalam penggunaan internet. “Selama kita tidak mandiri, maka data yang ada di dunia siber akan selalu rentan terhadap kebocoran,” ujarnya. Dharma juga menyampaikan saran kepada Pramono Anung agar kedepannya dapat menjadi Presiden Republik Indonesia. Ia mengungkapkan kesiapannya untuk bertugas sebagai staf khusus yang fokus pada keamanan siber. Sebelumnya, dalam debat tersebut, Pramono Anung, yang juga merupakan mantan Wakil Ketua BSSN, melontarkan pertanyaan mengenai pengalaman dan tanggung jawabnya dalam melindungi privasi data warga. Ia menyatakan, “Beliau ini karirnya cukup panjang di BSSN, mulai dari deputi hingga menjadi wakil ketua. Bagaimana dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah pencurian data privasi?”. Debat yang diadakan di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi yang pertama dalam rangka pemilihan umum kepala daerah DKI Jakarta 2024. Dalam acara tersebut, turut hadir pasangan calon gubernur lainnya, Ridwan Kamil-Suswono dengan nomor urut 1, serta Pramono Anung-Rano Karno dengan nomor urut 3. Tema yang diangkat dalam debat perdana ini adalah “Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global”. KPU DKI Jakarta juga telah mengumumkan jadwal debat tahap dua yang akan dilaksanakan pada 27 Oktober, diikuti oleh debat ketiga pada 17 November. ANTARA