SURABAYA –
**Borneonews - Pamekasan**, Aparat kepolisian di Pamekasan, Jawa Timur, kini sedang memperketat pengamanan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan teror. Peningkatan keamanan ini dilakukan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dijadwalkan pada tahun 2024. Menurut Kapolsek Kota Pamekasan, AKP Moh Syaiful Bahri Maulana, salah satu area yang menjadi fokus pengamanan adalah Jalan Raya Nyalaran. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut sering menjadi sasaran aksi teror, termasuk pelemparan batu terhadap kendaraan bermotor. Salah satu contoh dari kejadian tersebut adalah insiden yang menimpa Supriyadi, seorang warga dari Kecamatan Pakong. Pada 5 Oktober 2024, kaca depan mobil Elf yang dikemudikannya hancur setelah dilempar batu oleh orang tidak dikenal saat berada di Jalan Raya Nyalaran. Supriyadi saat itu sedang mengangkut rombongan dari Desa Kadur. Dia menjelaskan bahwa ketika melintas di kawasan tersebut, tepatnya di dekat kantor Satuan Lalu Lintas Polres Pamekasan dan asrama Brimob Polda Jatim, ada seseorang yang melempar batu ke arah kendaraannya hingga pecah. Supriyadi mengungkapkan bahwa pelaku menggunakan sepeda motor yang berjenis matic, tepatnya vario berwarna hitam, namun ia tidak mengenali wajah pelaku tersebut. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 03:30 WIB. Di sepanjang Jalan Raya Nyalaran, banyak terdapat kamera pengintai milik warga, yang diharapkan dapat membantu dalam pelacakan pelaku pelemparan tersebut. "Oleh karena itu, kami meningkatkan pengamanan agar insiden serupa tidak terulang," ujar Kapolsek. Selain melakukan perketatan keamanan, pihak kepolisian juga sedang memburu pelaku teror tersebut. Kejadian ini tidak hanya merugikan korban secara langsung, tetapi juga menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat Pamekasan, terutama saat mereka beraktivitas di malam hari. Tindakan serupa juga telah diambil di Kabupaten Bangkalan, di mana kasus pelemparan batu terhadap kendaraan bermotor turut mengganggu keamanan masyarakat. Kapolres Pamekasan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, menyatakan bahwa Polres Bangkalan juga menerapkan langkah-langkah pengamanan yang sama untuk menghadapi situasi yang dianggap meresahkan ini. ANTARA