SURABAYA –
**Borneonews - Trenggalek**, Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, baru saja menyelenggarakan musyawarah inovasi yang pertama kalinya, yang dikenal dengan istilah *musanova*. Kegiatan ini melibatkan semua pemimpin dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat. Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah tersebut. Pjs Bupati Trenggalek, Dyah Wahyu Ermawati, menyatakan bahwa sebuah daerah harus senantiasa melakukan inovasi untuk menemukan hal-hal baru yang bermanfaat. Musyawarah ini diharapkan dapat memicu OPD dan aparatur pemerintahan lainnya untuk terus berinovasi dalam penyelenggaraan layanan kepada masyarakat. Inovasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari modifikasi layanan, hingga mengadopsi metode yang efektif dari daerah lain, maupun mengembangkan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah. Dengan adanya terobosan-terobosan inovatif ini, diyakini bahwa proses pembangunan di Trenggalek akan berjalan lebih cepat, dengan pendekatan yang lebih futuristik dan agresif. Bupati Ermawati menekankan pentingnya *sustainable development* sebagai salah satu kunci utama untuk pembangunan yang lebih baik di masa depan. Ia juga menyoroti bahwa Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah berhasil menciptakan banyak inovasi, yang pada gilirannya mengantarkan daerah ini meraih berbagai penghargaan. Inovasi yang dihasilkan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perlu disempurnakan seiring dengan perkembangan zaman. Ia mengungkapkan kebanggaannya karena Trenggalek saat ini masuk dalam kategori kabupaten yang sangat inovatif, dengan nilai capaian di atas 60, menurut kajian dari direktur strategi kebijakan sumber daya manusia di Kementerian. Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Trenggalek, Ratna Sulistyowati, menambahkan bahwa adanya musyawarah ini berpotensi besar untuk menciptakan iklim inovasi yang lebih baik di daerah. Dia menyoroti pentingnya menciptakan ruang untuk berpikir secara luas dan kreatif agar tidak terjebak pada anggaran yang terbatas. Sebelumnya, sering kali keterbatasan anggaran dijadikan alasan untuk tidak mencapai target-target tertentu atau untuk mengabaikan inovasi. Ratna berpendapat bahwa justru dalam keterbatasan tersebut perlu muncul ide-ide *out of the box* untuk bisa mencapai target yang ditetapkan, dan musyawarah ini adalah langkah positif menuju ke arah tersebut. ANTARA