JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 2, Dharma Pongrekun, mengumumkan rencananya untuk menghapus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di bawah eselon 4a serta karyawan di sektor swasta. Langkah ini diharapkan dapat membuat kewajiban pajak tersebut tidak membebani, sehingga dana yang biasanya dialokasikan untuk pembayaran pajak dapat digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dharma menegaskan, "Kami memastikan bahwa penduduk Jakarta harus berdaya, perut mereka harus kenyang. Begitu juga dengan penyelenggaraan pendidikan dan usaha yang harus berjalan dengan baik serta adil, baik bagi pengusaha besar maupun kecil." Pernyataan tersebut diungkapkan dalam debat calon gubernur yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Minggu. Selain PBB, Dharma juga berencana untuk memangkas tarif pajak restoran dari 10 persen menjadi hanya 1 persen. Ia menegaskan, "Kami angkat nolnya, jadi dari 10 persen menjadi 1 persen." Ini adalah salah satu bentuk komitmen yang dicetuskannya untuk meringankan beban masyarakat. Lebih jauh, jika terpilih sebagai gubernur, dia berjanji akan menghapus pajak untuk layanan *take away* yang saat ini dikenakan sebesar 10 persen. "Ini adalah salah satu janji kami untuk warga Jakarta," tambahnya. Debat perdana yang diorganisir oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta ini dihadiri oleh pasangan calon lainnya, yakni Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) dengan nomor urut 1, serta Pramono Anung dan Rano Karno (Pram-Doel) dengan nomor urut 3. Debat ini mengangkat tema "Penguatan Sumber Daya Manusia dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global". KPU DKI Jakarta telah merencanakan serangkaian debat selanjutnya, dengan debat kedua dijadwalkan pada 27 Oktober dan debat ketiga pada 17 November 2024. ANTARA