**Borneonews - Jakarta**, Peci merah yang dikenakan oleh Rano Karno, calon wakil gubernur DKI dengan nomor urut tiga, memiliki makna yang dalam dan melibatkan sejarah Betawi serta semangat perlawanan terhadap penjajahan. Peci ini merupakan simbol yang berasal dari tradisi para jawara yang aktif pada masa lalu, menjadikannya lebih dari sekadar item fashion.
Pasangan Rano, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pemilihan pakaian yang dikenakan sudah pernah digunakan sebelumnya saat pendaftaran di KPU DKI Jakarta, sehingga tidak ada unsur eksklusif di dalamnya. "Saya menggunakan pakaian yang sama saat pendaftaran, dan saya pakai lagi," ujar Pramono pada Minggu.
Lebih lanjut, sebagai referensi sejarah, laman senibudayabetawi.com mencatat bahwa peci merah menjadi bagian penting dalam budaya Betawi. Penggunaan peci tersebut sudah ada sejak akhir tahun 1930-an dan digunakan oleh mereka yang terlibat dalam seni budaya, serta dikenal sebagai figur-figur tangguh dan terampil dalam pertempuran. Selain itu, peci merah berfungsi sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan yang ada pada waktu itu.
Dalam konteks saat ini, peci merah khas Betawi tidak hanya digunakan untuk menunjang penampilan, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi keseriusan seseorang. Di dalam acara debat perdana Pilkada DKI Jakarta, Rano Karno dan Pramono Anung mengenakan baju pangsi dengan perpaduan warna putih dan oranye, yang dilengkapi dengan kaos bertuliskan *"Jakarta Menyala"*. Sebagai perbandingan, Doel, yang merupakan lawan politik mereka, memilih untuk mengenakan peci berwarna merah.
Debat perdana ini diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat pada Minggu malam. Debat ini diikuti oleh beberapa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, antara lain Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, dan Pramono Anung-Rano Karno. Tema yang diangkat dalam debat kali ini adalah *"Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global"*.
KPU DKI Jakarta juga telah menetapkan jadwal untuk debat selanjutnya, yaitu tahap dua pada 27 Oktober dan debat ketiga pada 17 November. Sebanyak tujuh ahli dari berbagai bidang keilmuan turut hadir untuk memberikan analisis dalam acara tersebut, termasuk Gun Gun Heryanto, Beky Mardani, dan R. Siti Zuhro.
ANTARA
Peci Merah Rano Karno, Simbol Sejarah dan Perlawanan Betawi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
Komentar (0)
Memuat komentar…







