JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon gubernur dengan nomor urut 2 untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024, Dharma Pongrekun, mengemukakan pendapat bahwa pandemi COVID-19 merupakan suatu agenda asing yang bertujuan untuk merusak kedaulatan negara melalui isu kesehatan. Dalam pandangannya, masalah pandemi tidak hanya sekadar isu kesehatan, tetapi mengandung makna tersirat yang lebih dalam. Dharma menyampaikan hal tersebut saat menghadiri debat calon gubernur dan wakil gubernur yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta. Ia menyatakan bahwa pandemi dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengambil alih kekuasaan negara secara halus, mengancam keselamatan masyarakat. Menurutnya, krisis kesehatan ini telah membuat negara menjadi rentan, bahkan memaksa masyarakat untuk menerima istilah serta terminologi asing terkait penyakit yang ada. Ia menegaskan bahwa sebagai seorang pemimpin di daerah otonom, tanggung jawab utama adalah melindungi warga dari ancaman yang merugikan. Dharma mengingatkan bahwa dampak dari pandemi tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga menghancurkan perekonomian. Ia berharap agar situasi ini tidak menjadikan masyarakat terbiasa dengan pemanfaatan transaksi online, mengingat banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terpuruk dalam kondisi yang sulit. "Ketika rakyat merasa terancam, bagaimana mungkin kita bisa membangun Jakarta menjadi kota global?" ujarnya dengan menyentuh kekhawatiran terhadap kondisi sosial dan ekonomi. Lebih lanjut, Dharma mengajak untuk menciptakan Jakarta yang aman dari pengaruh asing dan menekankan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama. Dalam konteks debat, KPU DKI Jakarta mengadakan debat pertama bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Debat kali ini diikuti oleh sejumlah pasangan calon, yaitu Ridwan Kamil-Suswono (nomor urut 1), Dharma Pongrekun-Kun Wardana (nomor urut 2), serta Pramono Anung-Rano Karno (nomor urut 3). Tema yang diusung pada debat ini adalah "Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global." KPU DKI Jakarta telah merencanakan debat kedua yang akan berlangsung pada 27 Oktober 2024, diikuti dengan debat ketiga yang dijadwalkan pada 17 November 2024. ANTARA