BORNEONEWS, Palangka Raya – Empat teknisi mobil pemadam kebakaran (Damkar) asal Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan mengajar puluhan personil Damkar Kota Palangka Raya. Mereka ke ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu, Sabtu (20/8/2016). Sorenya langsung mendatangi kantor Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Palangka Raya di Jalan Badak.

Empat teknisi itu mengajari puluhan personil Damkar Palangka Raya mengoperasikan mobil asal Jepang yang sudah beberapa pekan hadir di halaman BPB-PK. Empat mobil Damkar milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya hasil hibah pemerintah Jepang selama ini ‘Nganggur’ karena memang sesuai standar operasional prosedur (SOP), tidak boleh digunakan sebelum teknisi dari Jepang memberikan pelatihan cara operasionalnya terlebih dahulu.

Kenapa yang datang dari Bantaeng saja? Kepala BPB-PK Palangka Raya, Anwar Sanusi Umarnur Gayo mengatakan lantaran padatnya jadwal teknisi di Negaranya membuat mereka tidak bisa ke Kota Cantik ini. Sebagai solusi, Pihak Bantaeng yang menjadi kepercayaan pemberi Hibah yang datang memberi pelatihan singkat cara operasional.

“Kita tidak berani operasionalkan mobil hibah itu, tanpa ada mekaniik dari Jepang. Kita sudah email dan direspon baik. Mereka ingin datang bulan ini, tetapi karena kesibukan mereka yang sudah terjadwal, merek baru bisa datang pada November, langsung melihat damkar hasil bantuan itu,” kata Anwar.

Empat orang mekanik yang datang ini, kata Anwar, adalah pihak yang direkomendasikan pemerintah jepang untuk memberi pelatihan di seluruh Indonesia yang mendapat hibah kendaraan dari Jepang. Karena sudah dipercayakan kepada Bantaeng itulah, mekanik tersebut didatangkan untuk mengajari personil yang ada di Palangka Raya.

“Mekanik dari Bantaeng ini sudah kursus di Jepang. Jadi mereka memang ahlinya makanya Jepang mempercayakan. Dengan datangnya mekanik ini, kita bisa mengoperasionalkan empat bantuan hibah ini untuk penanggulanangan kebakaran termasuk hutan dan lahan,”

Sementara itu, kedatangan empat mekanik itu dipimpin oleh AbdullahTaibe, sekaligus Kepala Bapedalda Banteng. Pelatihan yang diberikan, terang Taibe, menekankan pada cara penggunaan alat termasuk di antaranya fungsi tombol-tombol yang masih berbahasa jepang.

“Evaluasi akan dilakukan 2-3 bulan, nanti akan ke sini lagi untuk supervisi. Mudah-mudahan komunikasi tidak pernah putus, saya kira akan ada kebersamaan yang baik,” katanya. (RZ/N).