**Borneonews - Jakarta**, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono, menyatakan bahwa sangat tidak mungkin semua urusan yang berkaitan dengan Jakarta dapat diselesaikan hanya dari Balaikota. Dalam sesi debat cagub-cawagub yang diadakan pada hari Minggu, Ridwan Kamil menegaskan pentingnya pendekatan desentralisasi dalam pengelolaan ibu kota.
Menurutnya, Gubernur tidak dapat menjalankan seluruh tugas secara sentral tanpa melibatkan lapisan yang lebih rendah dalam struktural pemerintahan. Ia melanjutkan bahwa kelurahan merupakan ujung dari aparatur sipil negara (ASN), dengan Rukun Warga (RW) sebagai pendukung di bawahnya. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat Jakarta agar dapat merancang berbagai inisiatif yang relevan dengan kebutuhan lokal mereka.
Ridwan Kamil menjelaskan bahwa setiap RW akan mendapatkan anggaran sebesar Rp200 juta per tahun, yang akan memuat total Rp1 miliar dalam kurun waktu lima tahun. Dia juga menekankan bahwa insentif untuk RT, RW, Dasawisma, PKK, dan Posyandu perlu ditingkatkan agar mereka dapat lebih efektif dalam menjalankan tugas mereka.
Dengan alokasi anggaran tersebut, Ridwan yakin bahwa masyarakat dapat lebih aktif berpartisipasi dalam merancang masa depan mereka sendiri. Menurutnya, peran Gubernur adalah mengelola isu-isu besar, sementara urusan yang lebih mendetail bisa ditangani oleh lurah dan RW yang telah diberdayakan untuk melakukan berbagai inisiatif lokal.
Meskipun anggaran Rp200 juta tersebut tidak disalurkan dalam bentuk tunai langsung kepada RW, dana tersebut akan dikelola melalui proposal yang diajukan kepada kelurahan masing-masing. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan dana tersebut tepat sasaran dan mendukung program-program yang diinginkan oleh masyarakat.
Debat pertama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada DKI Jakarta 2024 berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam acara tersebut, Ridwan Kamil dan Suswono bersaing dengan pasangan calon nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, serta pasangan calon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno.
Tema yang diangkat dalam debat kali ini adalah "Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global". Masing-masing pasangan calon menyampaikan visi, misi, serta program kerja yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemilih menjelang hari pemungutan suara yang dijadwalkan pada 27 November 2024.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah merencanakan dua debat selanjutnya, yaitu pada 27 Oktober dan 17 November. Dengan demikian, masyarakat Jakarta memiliki kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang apa yang ditawarkan oleh para calon pemimpin mereka.
ANTARA
Ridwan Kamil Tekankan Desentralisasi dalam Pengelolaan Jakarta
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Komentar (0)
Memuat komentar…







