BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Penjabat Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, mengajak organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) untuk terlibat dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga kesatuan demi mencegah setiap bentuk provokasi yang dapat mengganggu ketertiban selama masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 PP yang diadakan di Ahmad Yani, Tangerang, pada hari Minggu, Dr. Nurdin menyatakan bahwa Pemuda Pancasila dapat berperan sebagai agen perubahan untuk mendorong masyarakat melaksanakan Pilkada secara damai dan tertib. "PP harus menjadi salah satu elemen penting dalam menyukseskan Pilkada Serentak tahun 2024 di Kota Tangerang. Saya berharap ormas ini bisa menyuarakan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan damai," ujarnya. Lebih jauh, Dr. Nurdin menambahkan bahwa PP diharapkan dapat mengedukasi publik mengenai pentingnya persatuan. Organisasi ini, menurutnya, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas demokrasi, terutama menjelang Pilkada yang berlangsung serentak pada tahun 2024. "Sebagai organisasi yang sudah mapan, saya yakin Pemuda Pancasila di Kota Tangerang bisa menjadi pendorong utama bagi terciptanya Pilkada yang berintegritas dan damai," tegasnya. Dia juga menggarisbawahi betapa pentingnya peran PP di kota ini, terutama di usia yang sudah mencapai 65 tahun. Di usia yang matang ini, lanjut Dr. Nurdin, PP perlu bertransformasi menjadi panutan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan Kotanya. Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang, Qori Ayatullah, menginformasikan bahwa Pilkada di Kota Tangerang akan diikuti oleh tiga pasangan calon, yaitu Faldo Maldini-Fadlin Akbar dengan nomor urut satu, Ahmad Amarullah-Bonnie Mudfizar nomor urut dua, serta pasangan Sachrudin-Maryono dengan nomor urut tiga. KPU Kota Tangerang telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada 2024 sebanyak 1.377.828 pemilih. Rinciannya, terdapat 683.243 pemilih laki-laki dan 694.585 pemilih perempuan. Selain itu, terdapat 2.706 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 13 Kecamatan dan 14 Kelurahan, serta TPS khusus yang disediakan di lima Lapas. ANTARA